Nyawa Guru Melayang di Agus Salim

Print

POJOKSATU.id, BEKASI – Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, kemarin menelan nyawa seorang guru. Diduga karena kondisi jalan yang licin sehabis hujan, Didin Maryadi (57), warga Perumahan Bekasi Permai jatuh terpeleset di lokasi. Apesnya, saat jatuh itu dia juga menjadi korban tabrakan dengan luka sobek di bagian lehernya.

Peristiwa yang terjadi Selasa (14/4) sore pukul 15.15 itu menggemparkan warga setempat. Informasi di lokasi menyebutkan,  korban mengendarai motor Honda Beat B 3902 KSL melaju dari arah selatan menuju timur dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang. Setelah melintasi rel kereta api, pria setengah baya itu berniat akan berbelok ke arah kanan menuju Tugu. Naas jalan yang licin sehabis diguyur hujan membuat ban motornya selip. Korban yang tidak menggunakan helm itu terjatuh seketika dari kendaraannya.

Nah, saat bersamaan, tiba-tiba dari arah berlawanan meluncur sepeda motor B 5417 PU melaju kencang dan menabrak korban. Akibat kecelakaan itu, korban menderita luka sobek di bagian lehernya. Diduga luka itu akibat goresan dari cakram sepeda motor. Terlihat ada bercak cakram di sepeda motor yang menabraknya.

Mengetahui peristiwa kecelakaan itu, warga masyarakat yang mengetahui ada kecelakaan langsung mengevakuasi korban ke pinggir jalan. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, diketahui korban meninggal di tempat dengan luka gores di leher.

’’Bapak ini mau belok, ke arah Tugu tiba-tiba jatuh. Mungkin karena jalannya licin. Gak kenceng sih, tapi posisi jatuhnya ke jalur berlawanan. Motor yang satu lagi gak sempet ngerem langsung nabrak korban yang jatuh itu,’’ kata Samsudin yang ikut membantu mengevakuasi korban ke pinggir jalan.

Samsudin menambahkan, luka di leher korban cukup parah. Seperti habis terkena pisau, darahnya juga keluar terus. ’’Lehernya luka parah, kena cakram motor,’’ tandasnya yang mengaku korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

Di RSUD, suasana haru menyelimuti kamar jenazah. Isak tangis terdengar dari keluarga Didin. Seorang wanita kerudung setengah baya, diduga istri Didin terus menerus meneteskan air matanya menyaksikan orang yang dicintainya sudah lebih dahulu pergi meninggalkan ia dan anak-anaknya.

Kesedihan mendalam juga tampak dari raut wajah anak perempuan Didin. Dia tampak tak kuasa menahan air matanya menyaksikan orangtuanya terbujur kaku di ruang jenazah.  Sambil duduk di lantai, dia terus menerus menyaksikan petugas RSUD membersihkan luka di tubuh sang ayah. (dat)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …