”Ada Kebohongan Besar Persipasi Bandung Raya”

WE LOVE PBR : Presiden klub PBR, Engkus Prihatin bersama Ketua Asprov PSSI Jabar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengenakan kaos bertuliskan We Love PBR. IRWAN/RADAR BEKASI

Saat peresmian PBR di Stadion Patriot. | Foto: Irwan

POJOKSATU.id, BEKASI – Pelita Bandung Raya (PBR) resmi mengganti namanya menjadi Persipasi Bandung Raya. Namun, belum sepekan PBR ber-home base di Stadion Patriot, PBR langsung mendapat serangan-serangan pecinta sepakbola Bekasi. Serangan paling kencang dari HM Yulianto yang 1,5 tahun mengurus Persipasi.

”Persoalan Persipasi musim lalu adalah tidak bisanya kami menggunakan Stadion Patriot. Alasan pemkot saat itu, Stadion Patriot belum rampung dan belum ada payung hakum. Nah, anehnya PBR bisa menggunakan Stadion Patriot yang sebenarnya juga kondisinya masih sama saat Persipasi musim lalu,” kata Yulianto.


BACA JUGA:

Home Base Persipasi Bandung Raya di Stadion Patriot Purnawarman

Kunci Stadion Dibuka Wali

Yulianto Menggonggong, Engkus Berlalu

PT LI Gak Setuju Nama PBR Diganti


Yulianto mencium ada rahasia besar tersembunyi hingga PBR bisa dengan mudah menempati Stadion Patriot. Padahal dulu dia dan manajemen sampai susah payah mendapatkan izin penggunaan stadion.

”Tapi kenapa PBR begitu mudah mendapatkan izin Stadion Patriot? Apa hanya karena ada Persipasinya? Sejak dulu juga ada Persipasi, bahkan Persipasi dulu adalah klub yang benar-benar lahir dari Bekasi, lahir dengan uang masyarakat Bekasi. Ada kebohongan-kebohongan besar dengan lahirnya Persipasi Bandung Raya,” kata Yulianto.

Yulianto mengaku sangat mendukung keputusan Pemkot yang akhirnya mau mengoptimalkan Stadion Patriot. Bahkan dia sangat mendukung kemajuan sepakbola Bekasi. ”Tapi caranya yang benar juga. Jangan membohongi rakyat dengan menghadirkan PBR yang 100 persen bukan asli Bekasi dan prosesnya tidak transparan,” kata Yulianto.

Sebelumnya, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono memastikan belum dapat menyetujui pergantian nama Pelita Bandung Raya menjadi Persipasi Bandung Raya lantaran dilakukan secara mendadak.

Artinya, kata Jokdri, tim yang berjuluk The Boys Are Back ini hingga saat ini masih terdaftar sebagai tim Pelita Bandung Raya baik di PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi tanah air dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Memang ada permohonan ke kami dari tim PBR yang mengubah namanya menjadi Persipasi Bandung Raya. Tapi posisinya di Liga maupun PSSI, namanya tetap Pelita Bandung Raya. Karena tidak bisa secepat itu melakukan pergantian nama, apalagi PBR juga sudah menjalani kompetisi,” ujar Djokdri kepada wartawan.

(ps)

Feeds