Sekolah Swasta UN dengan CBT

SERIUS : Salah seorang siswa SMK Telkom Telesandi sedang mengerjakan soal UN berbasis komputerisasi. Kesiapan sekolah ini mengalahkan sekolah negeri di Kabupaten Bekasi dalam hal UN secara online. Ariesant/RADAR BEKASI

SERIUS : Salah seorang siswa SMK Telkom Telesandi sedang mengerjakan soal UN berbasis komputerisasi. Kesiapan sekolah ini mengalahkan sekolah negeri di Kabupaten Bekasi dalam hal UN secara online. Ariesant/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, TAMBUN SELATAN – SMK Telkom Telesandi, Desa Mekarsari, menjadi sekolah yang berhasil  lolos verifikasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dengan basis Computer Based Test (CBT). Dalam pelaksanaan UN, peserta yang mengikuti tidak perlu repot memegang pensil jenis 2B dan menghitamkan pilihan jawaban pada Lembar Jawab Komputer (LJK).

Wakil Kepala Sekolah, Guruh Wijanarko mengatakan pihaknya berhasil melalui verifikasi setelah perlengkapan dan fasilitas yang dibutuhkan terpenuhi. “Untuk mengantisipasi gangguan kita juga menyiapkan UPS (Uninteruptible Power Supply) sebagai listrik cadangan,” terangnya, Senin (13/4).

Dengan pelaksanaan UN dengan cara baru itu, dia berharap dapat berjalan lancar hingga hari ketiga pelaksanaan UN besok. Di sekolah itu sendiri terdapat lima ruang komputer yang digunakan untuk siswa mengerjakan soal UN berbasis CBT.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi, teknis ujian dengan basis CBT itu menggunakan software browser Exambro. Setiap peserta UN mempunyai user name dan password masing-masing yang dilakukan untuk login sebelum mulai mengerjakan soal UN.

Komputer yang dapat digunakan untuk melaksanakan UN dengan basis CBT sendiri memiliki spesifikasi minimal menggunakan profesor core i3 atau setingkatnya yang juga dilengkapi dengan jaringan.

Terpisah, Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Aruman mengatakan dalam pelaksanaan UN secara komputerisasi ada beberapa keunggulan yang bisa dirasakan. Di antaranya adalah akurasi jawaban yang dipilih siswa sehingga tidak akan ada kesalahan jawaban sementara jawaban yang dipilih oleh siswa sebenarnya sudah benar.

“Kalau di LJK kan biasanya kurang tebal menghitamkan jawabannya jadi tidak bisa kebaca komputer, jika dengan CBT kesalahan itu tidak ada lagi,” terangnya.

Antara pelaksanaan UN secara manual maupun online, lanjutnya, pada dasarnya memiliki soal dan jawaban yang sama, akan tetapi dalam proses pelaksanaannya saja yang memiliki sistem berbeda.

Belum dilaksanakannya UN dengan basis CBT di sekolah negeri, menurutnya terjadi karena belum adanya fasilitas dan kelengkapan alat yang mendukung. Dengan demikian seluruh sekolah di Kabupaten Bekasi saat ini terpaksa mengikuti UN dengan cara manual, dan hanya satu sekolah swasta yang mampu melaksanakan UN dengan basis CBT.
“Baru SMK Telesandi yang sudah melaksanakan UN dengan basis CBT yang lain masih manual,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja berharap pelaksanaan UN dengan basis CBT dapat dilaksanakan di sekolah negeri. Untuk saat ini persiapan fasilitas komputer yang menunjang di sekolah negeri memang belum terpenuhi. Akan tetapi untuk tahun depan, diharapkan fasilitas kelengkapan komputer tersebut bisa disediakan untuk kelancaran proses UN berbasis CBT.

“Untuk tahun depan mungkin bisa dilaksanakan di SMAN 1 Cikarang dulu, karena itu salah satu sekolah tertua di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (mas)

Feeds