Pelaku Curanmor Dibekuk

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDANSATRIA – Dua pengedar narkoba jenis ganja diamankan Polsek Medansatria. Dari tangan pelaku, polisi menyita ganja seberat 1,5 kilogram. Dua pelaku tersebut berinisial RH alias A dan FA.

Pengedar narkoba itu ditangkap di Perumahan Mulyapuri, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Senin (6/4) lalu. Penangkapan itu berawal informasi dari warga yang diterima pihak kepolisian.

Sebelum tertangkap, pihak kepolisian terlebih dulu melakukan pengintaian di lokasi yang disebutkan warga. Saat itu, polisi melihat seorang lelaki menggunakan tas hitam dengan tingkah yang mencurigakan.

Benar saja. Saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapatkan barang bukti berupa tujuh bungkus kertas koran berisi ganja. Setelah diketahui identitasnya, ternyata pelaku masih berusia 16 tahun dan berdomisili di RT 01/26, Desa Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa tujuh bungkus kertas koran berisi ganja dan sebuah tas ransel hitam. Kapolsek Medansatria, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, pelaku RH yang tinggal di RT 01/ 26 Desa Karangsatria, Tambun Utara, tersebut masih di bawah umur.

“Dari hasil pemeriksaan, RH mengaku mendapatkan ganja tersebut dari Mail yang sekarang DPO, dan akan dijual pada seseorang di Kampung Cerewet Arenjaya dengan harga paketan Rp500 ribu dan Rp300 ribu. RH mengaku mendapat keuntungan dari Mail sebesar Rp500 ribu,” kata Kapolsek Medansatria, Kompol Deddy Kurniawan.

Selain ganja, polisi juga mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis shabu. Pelaku berinisial MR (20) dan APS (19). Mereka ditangkap pada Minggu (5/4) di Kampung Rawaaren, RT 01/01, Arenjaya, Bekasi Timur.

Saat ditangkap, polisi mendapatkan shabu seberat 0,25 gram dari tangan MR, warga RT 03/12 Kelurahan Setiamekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dari hasil penangkapan itu, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap APS, warga RT 01/01 Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur.

Dari hasil pemeriksaan, MR dan APS mengaku bahwa barang haram senilai Rp500 ribu itu adalah milik Rahyan dan dibeli dari Tomi yang keduanya kini masuk dalam DPO.

“Untuk tersangka pengedar ganja kita kenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan untuk pengedar shabu, Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 yang ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara,” jelas Deddy.

Terlepas dari kasus narkoba, Polsek Medansatria juga melakukan gelar perkara untuk kasus curanmor. Pada kasus itu, polisi membekuk DS (25), W (23), K (25) dan BN (25). Penangkapan dilakukan pada Kamis (8/4) lalu di Kelurahan Pejuang, Medansatria, pukul 17.00.

“Waktu itu pelaku W yang mencuri Honda Scoopy warna krem cokelat nopol B3237KLA sedang mencuci motor di Jalan Boulevard Hijau. Dia mau menjual motor tersebut kepada Gandum. Saat mau ditangkap, tersangka sempat ingin kabur tapi kemudian bisa kita tangkap,” kata Deddy.

Kata Deddy, dari hasil pemeriksaan para tersangka melakukan pencurian sepeda motor menggunakan kunci leter T.

“Dan masih ada dua unit sepeda motor yang sudah dijual. Kami sedang melakukan pengejaran. Semua tersangka pencurian dikenakan pidana pencurian dengan pemberatan Pasal 363 KUHP dengan ancama lima tahun penjara,” ungkap Deddy.

Dalam mengungkap kasus, Polsek Medansatria tidak hanya menyasar pelaku kejahatan curanmor, atau pun pelaku narkoba. Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan 300 botol minuman keras dari hasil razia di tukang jamu. (sbi)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …