Mengaku Sudah Setor, PKL Berdagang Lagi

TAK JERA : Salah satu pedagang tampak berkemas-kemas saat petugas Satpol PP melakukan penertiban. Namun setelah petugas pergi, mereka kembali berdagang. RISKY/RADAR BEKASI

TAK JERA : Salah satu pedagang tampak berkemas-kemas saat petugas Satpol PP melakukan penertiban. Namun setelah petugas pergi, mereka kembali berdagang. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI –Seperti tempat lain, PKL di Jalan Chairil Anwar kucing-kucingan dengan petugas. Pada Minggu (12/4), petugas Satpol PP melakukan razia di sana. Namun tak berselang lama, para pedagang kembali menggelar dagangannya di pinggir jalan.

Salah satu pedagang mengaku sebelumnya sudah membayar setoran yang diberikan secara rutin. “Kita sudah bayar sama orang sini. Emang dibilangin kalau ada pejabat atau wali kota lewat kita gak boleh dagang dulu tutup sementara, kalau udah lewat kita buka lagi,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namannya.

Dari pantauan Radar Bekasi, sekitar pukul 15.00 WIB para pedagang mulai mengelar dagangannya. Beberapa pedagang terlihat menggunakan mobil untuk berdagang.

Sementara Kastpol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengatakan, akan terus melakukan razia tiap sore. Itu dilakukan jika memang masih ada PKL yang nekat berjualan di sepadan jalan.‬

‪”Kita akan tindak mereka. Partisipasi masyarakat juga dapat membantu mencegah dengan cara tidak membeli dagangan di sana,” ucapnya.

‬Jelas Cecep terkait ada oknum yang meminta uang koordinasi, pihaknya akan memantau langsung apakah dari oknum Satpol PP atau dari warga sekitar yang memanfaatkan para PKL.

“Kita akan cari dulu kebenarannya, bila memang dari anggota kami, saya akan ambil tindakan tegas. Kalau orang luar kita akan berkoordinasi dengan lingkungan sekitar terutama, lurah dan camat setempat,” paparnya.‬

Sepadan jalan, lanjut Cecep, memang dilarang untuk area perdagangan. Karena akan menyebabkan kemacetan bahkan kecelakaan. Sebab, masyarakat yang bertransaksi di sana mau tidak mau memarkir kendaraanya di pinggir jalan.

Sehingga mengganggu pengendara lainya.‬ “Memang kita larang, selain menganggu pengendara lain, pemandangan juga terlihat kumuh,” pungkasnya. (ian)

Feeds