DPD PKS Dukung Aksi Mahasiswa Lengserin Jokowi

DUKUNG : Humas DPD PKS Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mendukung aksi mahasiswa untuk melengserkan Presiden Jokowi yang rencananya aksi tersebut dihelat 20 Mei mendatang. Ariyanto ketika tengah menjadi narasumber citizen journalism. DOK/RADAR BEKASI

DUKUNG : Humas DPD PKS Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mendukung aksi mahasiswa untuk melengserkan Presiden Jokowi yang rencananya aksi tersebut dihelat 20 Mei mendatang. Ariyanto ketika tengah menjadi narasumber citizen journalism. DOK/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI- Mengenai adanya isu pergerakan yang akan menumbangkan pemerintahan Jokowi-JK oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia 20 Mei nanti, ditanggapi dengan semangat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi.

Humas DPD PKS Kota Bekasi, Aryanto Hendrata mengatakan dengan tegas PKS sangat mendukung aksi tersebut jika akan membawa dampak positif untuk Indonesia.

“Saya tidak tahu isu tersebut benar atau tidak. Tapi setidaknya ini merupakan kritikan keras atas kinerja pemerintahan Jokowi – JK yang belakangan ini sering mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat. Jadi wajar saja jika akan timbul gerakan seperti yang tersebar lewat pesan BBM,” katanya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, DPD PKS Kota Bekasi sangat mendukung aksi tersebut jika benar terjadi. “Saya kira Jokowi – JK harus menanggapinya dengan cerdas. Isu aksi ini dijadikan masukan agar kinerja jadi lebih baik dan tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mencekik rakyat,” ungkap dia.

PKS juga mengkritik gaya Jokowi memimpin pemerintahan lantaran hiruk pikuk politik yang terjadi sejak Jokowi dilantik menjadi Presiden 20 Oktober lalu.

Contoh kata dia, mulai dari DPR yang terbelah antara KMP dan KIH sampai penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang berujung aksi saling tangkap petinggi penegak hukum KPK dan Polri.

“Kebijakan pemerintahan Jokowi-JK dinilai banyak yang tidak rasional saat menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Bukan hanya persoalan kisruh partai, namun juga soal kenaikan BBM hingga kartu sakti. Dan kebijakan lain hingga membuat rakyat kecewa,” terang dia.

Namun dirinya berharap jika isu aksi tersebut benar adanya, maka Aryanto berpesan agar aksi serentak tersebut damai tanpa adanya kisruh. “Jangan sampai peristiwa Mei 1998 kembali terjadi sehingga menimbulkan krisis moneter berkepanjangan. Saya harap tetap damai,” pungkasnya. (sar)

Feeds