Revitalisasi Pasar Tradisional Tahun Depan

DITATA : Ada 12 pasar tradisional yang akan dilakukan penataan oleh Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) pada 2016 mendatang. DOK/RADAR BEKASI

DITATA : Ada 12 pasar tradisional yang akan dilakukan penataan oleh Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) pada 2016 mendatang. DOK/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Agar nyaman bagi pembeli dan penjual, maka sejumlah pasar tradisional akan dilakukan revitalisasi. Namun bukan tahun ini tetapi 2016 mendatang. Saat ini ada 12 pasar tradisional yang masuk dalam daftar penataan Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera).

Soal penataan pasar, hal itu dibenarkan Kepala Dispera Abdul Iman. Kata dia, upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan Dispera saja. Tetapi juga perlu dukungan stakeholder dan instansi terkait.

“Ya penataan 12 pasar tradisional di Kota Bekasi, kita juga akan melakukan penertiban PKL. Yang melanggar aturan dan berada di trotoar akan dilakukan oleh Satpol PP sedangkan penanganan kemacetan oleh Dishub. Setelah ditertibkan maka akan kita fasilitasi mereka di pasar. Maka itu, pasar tradisional harus dilakukan perbaikan,” ucapnya pada Radar Bekasi, kemarin.

Sambung Iman, di tahun 2016 pihaknya akan melakukan revitalisasi beberapa pasar tradisional. Tujuannya, kata dia, pasar menjadi lebih nyaman, aman untuk melakukan aktivitas jual beli.

“Kita ingin mewujudkan pasar menjadi tempat belanja yang nyaman, serta aman. Sehigga roda perekonomian masyarakat semakin meningkat, dan masyarakat pun lebih memilih belanja di pasar tradisional ketimbang pasar modern. Karena di pasar tradisional ada seni tawar menawar harga,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi B Muhammad Said mengatakan, mendukung program  penataan pasar tradisioanal.

”Sudah jadi kebiasaan masyarakat berbelanja di pasar tradisional. Semakin banyaknya pasar modern serta pasar lingkungan yang dibina pihak swasta, oleh sebab itu, Pemkot harus lebih memperhatikan keberadaan dan kelayakan pasar tradisional. Sehingga aset Pemkot Bekasi benar-benar berguna untuk masyarakat Kota Bekasi. Terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah, kalau bukan pejabat publik siapa lagi yang memikirkan,” ungkapnya. (and)

Feeds