Denso Genjot Pasar dalam Negeri

ACUNGIN JEMPOL : Dari kiri, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, Presdir Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nonami, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dan Direktur Denso Indonesia, A. Hartoyo mengacungkan jempol saat peresmian pabrik ke-3 PT Denso Indonesia di Kawasan MM 2100. OKE/RADAR BEKASI

ACUNGIN JEMPOL : Dari kiri, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, Presdir Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nonami, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dan Direktur Denso Indonesia, A. Hartoyo mengacungkan jempol saat peresmian pabrik ke-3 PT Denso Indonesia di Kawasan MM 2100. OKE/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, CIKARANG BARAT – PT Denso Indonesia (DNIA) meresmikan pabrik ketiganya di Kawasan Industri MM 2100, Cikarang Kabupaten Bekasi. Pabrik di atas lahan seluas 21 hektare ini memproduksi 10 macam komponen otomotif kendaraan roda empat yang meliputi busi, alternator, starter, engine control unit, dan speed control.

President Director PT Denso Indonesia, Yutaka Yamanouchi menjelaskan, peresmian pabrik ketiga di Indonesia ini bertepatan dengan hari jadi Denso Indonesia yang ke-40.
“Seiring dengan perkembangan pasar otomotif Indonesia, untuk memenuhi permintaan pasaran, dalam 3 tahun kami telah meluncurkan total 10 produk,” tuturnya kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur PT Denso Indonesia, Hartoyo menambahkan, pabrik yang sudah beroperasi sejak Februari 2015 lalu ini, selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, juga diekspor untuk pasar luar negeri. Produk paling banyak diekspor, yakni busi, yang dipasarkan di Amerika, Eropa, dan Asia.

“Kami targetkan 30 persen dari total produksi pabrik dialokasikan untuk pasar ekspor. Kami juga memperkuat penyerapan dalam negeri. Selama ini serapan hasil produksi penyejuk udara yang kami produksi telah mencapai 90 persen untuk industri mobil lokal,” kata Hartoyo.

Pihaknya optimis, pabrik yang menghabiskan anggaran Rp1,4 triliun ini mampu memproduksi busi sampai tujuh ribu unit. Untuk memaksimalkan kapasitas produksi, manajemen pun masih terus melakukan revitalitasi dan penyempurnaan pabrik secara bertahap hingga tiga tahun mendatang.

“Kami harapkan investasi ini semua terserap di tahun 2018. Karena hingga 2016 pabrik ini baru menyerap investasi sekitar Rp500 – Rp600 miliar atau sekitar 35,71 sampai 42,86 persen dari total nilainya,” pungkas Hartoyo. (oke)

Feeds