Tanpa IMB, Distako Belum Segel

BANDEL : Meski sudah disidak dan diberikan teguran, pengembang pabrik di Kaliabang Ceger Harapanjaya terus melakukan pembangunan. RISKY/RADAR BEKASI

BANDEL : Meski sudah disidak dan diberikan teguran, pengembang pabrik di Kaliabang Ceger Harapanjaya terus melakukan pembangunan. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Proyek pembangunan pabrik di Jalan Kaliabang Ceger RT 03 RW 02 Harapanjaya terus berlanjut. Padahal, lokasi proyek tersebut berada di lahan sengketa. Selain itu, diduga pihak pengembang belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Karena itu, Komisi A belum lama melakukan sidak ke lokasi. Rekomendasinya, komisi yang membidangi soal perizinan itu meminta agar proyek di sana dihentikan. Namun nyatanya, proyek tersebut masih jalan hingga kemarin.

Sekretaris Komisi A, Solihin mengaku kecewa dengan sikap pengembang. Dia merasa pihak pengembang tidak menghargai lembaga pemerintah termasuk DPRD.

“Kita melihat ini ada dua sisi, dari pihak pengembang yang tidak mengikuti peraturan yang ada di Kota Bekasi. Dan dinas terkait yakni Dinas Tata Kota (Distako) yang kurang tegas dalam memberikan sanksi. Karena proyek itu tidak berizin, kenapa tidak disegel saja. Padahal upaya-upaya dan mekanisme sudah dilakukan,” ucapnya.

Menurut Solihin, seharusnya hal tersebut menjadi tugas dari dinas terkait. “Ya dalam hal ini harus tegas dinas terkait dalam menindak. Karena dilegislatif hanya melakukan pengawasan. Tetapi kita akan tegas untuk mendorong dinas terkait untuk melakukan kinerja lebih baik. Oleh sebab itu, kita akan melakukan pemanggilan dinas terkait, pihak lurah, kecamatan, dan pengembang untuk mengetahui permasalahan lebih lanjut.

Sehingga bisa terselesaikan permasalahan yang ada, apalagi ini ada tanah masyarakat terbawa,”  tuturnya pada Radar Bekasi, kemarin. Sementara itu Kabid Pengawasan dan Pengendalian (wasdal) pada Distako Nurdin Manurung mengatakan pihaknya akan melakukan tinjauan lapangan kembali. Kata dia, secara aturan pihaknya sudah melakukan SP3. Namun demikian dari pengembang masih melakukan pengerjaan.

“Ya secara aturan pada Perda No 15 tahun 2012 tentang retribusi IMB,seharusnya apabila segala sesuatu pengerjaan bangunan belum mengurus perizinan. Seharusnya langkah pertama diberi teguran sampai tiga kali, tetapi apabila belum diindahkan. Maka dari itu akan kita segel,” ucapnya.

Terpisah, selaku putra dari pemilik tanah yang merasa diserobot tanahnya oleh pengembang, Andi Suhandi, mengatakan, ”Saya sangat berharap kepada pemkot untuk bersikap tegas. Sebab pekerjaan tersebut juga sudah disidak Komisi A. Tetapi masih tetap berjalan proyeknya. Oleh sebab itu, hal ini jangan dibiarkan, jangan sampai Kota Bekasi ini dijajah kapitalis.” (and)

Feeds