Soft Launching Kenalkan Logo dan Kostum

JELANG LAUNCHING : Pengurus dan pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) berkumpul di RM Wulan Sari, tadi malam. RISKY/RADAR BEKASI

JELANG LAUNCHING : Pengurus dan pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) berkumpul di RM Wulan Sari, tadi malam. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Acara tadi malam di RM Wulansari menjadi semacam soft lauching bagi Persipasi Bandung Raya (PBR). Secara resmi, PBR baru akan dikenalkan ke publik besok saat acara Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani.

Dalam kesempatan itu juga dikenalkan pegurus pasca merger antara Pelita Bandung Raya dengan Persipasi. Kemarin juga diperlihatkan logo baru serta kostum utama pemain. Nantinya dalam laga kandang, para pemain akan menggunakan kaos dengan warga hijau stabilo serta putih saat bermain tandang

Pemain PBR seperti Gaston Castano, Kim Kurniawan, serta pelatih Dejan Antonic bersama pemain  lainnya nampak terlihat makan bersama pengurus baru di acara tersebut.

Pemegang saham 55 persen PBR asal Bekasi yaitu ketua umum Persipasi Engkus Prihatin beserta pengusaha Rahmat Jatmiko. Jatmiko tampak datang ke acara sambutan pemain dengan mengendarai mobil Jeep bernomor polisi B 727 RRR. Ia tampak santai dengan mengenakan sandal jepit warna putih. Sesampainya di lokasi, ia pun dengan santai mengobrol dengan bos lama PBR, Marco Paulo. Keduanya tampak hangat dan akrab.

Sementara itu Engkus Prihatin, bos baru PBR lainnya sudah menungu di dalam rumah makan. Ia duduk santai sambil ngobrol dengan salah Sekretaris Asosiasi PSSI Kota Bekasi, Udin Sumarsah. Tepat pukul 20.30, gerombolan “The Boys are Back” pun datang. Acara pun dilanjutkan dengan makan malam bersama.

“Kami membeli 55 persen saham PBR,” kata Engkus. ”Bekasi ini kan dikenal sebagai kota yang bisa melahirkan timnas, tapi sekarang malah tidak. Karena itu kami beli PBR,” sambung  pria menjadi menahkodai Persipasi pasca beralihnya dari Muhammad Kartono Yulianto musim 2014 lalu.

Dalam obrolan singkat namun serius bersama Radar Bekasi, Engkus yang malam itu mengenakan kemeja lengan pendek, menegaskan posisi Persipasi. Menurutnya, Persipasi dan PBR akan menjadi satu kesatuan klub yang akan membangun Bekasi. Stakeholder sepak bola Bekasi termasuk wali kota pun dianggap mendukung.

”Untuk mendekatkan diri pada masyarakat Bekasi, Minggu nanti kami akan launching tim. Selanjutnya kami akan lakukan road show keliling Bekasi, agar masyarakat merasa lebih dekat dengan tim ini,” ujar engkus.

Engkus mengaku untuk sementara ini penggunaan Stadion Patriot untuk home base Persipasi Bandung Raya pun masih menunggu Peraturan Wali Kota dan diakunya musim ini mengisyaratkan PBR bisa menggunakan Stadion Patriot. Disinggung soal hutang gaji pemain Persipasi Engkus mengaku hal itu menjadi pembahasan pasca bergabungnya PBR dan Persipasi.

Mengenai program tim, selain latihan rutin, manajer PBR Ma’mun Adnan, mengisyaratkan lokasi latihan berpinda-pindah. Sejumlah lapangan di Bekasi yang kemungkinan bisa digunakan, akan dipakai latihan secara bergantian. Lapangan LDII Summarecon, juga lapangan lainnya kemungkinan akan digunakan.

”Kalau soal program yang akan kami lakukan selama masa jeda kompetisi, kami akan konsultasikan kepada pelatih kepala Dejan Antonic. Kami tak ingin ada program yang kami rancang malah berbenturan,” kata Ma’mun.

Dalam kepindahannya dari Bandung ke Bekasi, beberapa pemain PBR datang dari Bandung dengan menggunakan motor. Delapan peman itu di antaranya Syamsir Alam dan Denis Romanov. Meski perjalanan yang cukup melelahkan, tampak pemain sangat menikmati perjalanan mereka tersebut yang kini bermarkas di Villa 200.

Direktur PBR Marco Gracia Paulo, menjelaskan Bekasilah akhirnya menjadi pelabuhan PBR. ”Bekasi inilah jodohnya PBR. Ke depan dari awal didirikan PBR bukan hanya bermain di ISL saja tetapi berkontribusi ditempat manapun kita berada,” tegas Marco dalam sambutannya. (one)

Feeds