Diminta Mundur, Jumlah Bed Dipersoalkan

Penolakan Pasien BPJS Kesehatan oleh RSUD

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Beberapa waktu lalu, ada seorang pasien BPJS Kesehatan ditolak pihak RSUD Kabupaten Bekasi. Ketika itu alasan penolakannya karena kamar pasien penuh.

Bahkan yang lebih ironis lagi, pasien yang diketahui menderita penyakit tumor itu justru dibebankan membeli obat dan alat kesehatan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Sumarti membantahnya. Menurut dia, jumlah kamar inap untuk pasien tergolong cukup. Namun anehnya, hingga kini masih ada penolakan dari pihak rumah sakit daerah terhadap pasien.

Menurut Sumarti, saat ini rumah sakit ‘pelat merah’ tersebut memiliki 138 bed (tempat tidur untuk pasien). Jumlah tersebut menurut dia akan bertambah jika gedung yang baru sudah dioperasionalkan.

“Nanti kalau gedung E2 sudah dioperasionalkan rencana kita akan buka 216,” ujarnya.

Menurut dia, jika penambahan bed sudah dilakukan, maka akan mampu menampung pasien di Kabupaten Bekasi.
“Relatif memadai lah kalau melihat saat ini, dengan menambah segitu sudah cukup,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien penyakit tumor ditolak RSUD Kabupaten Bekasi dengan alasan kamar inap penuh. Pasien BPJS Kesehatan itu pun dibebankan biaya obat dan alat kesehatan yang mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara mahasiswa yang tergabung dalam GMNI mendesak agar Sumarti mundur dari jabatannya sebagai direktur RSUD Kabupaten Bekasi. Pasalnya, mahasiswa menilai kinerja rumah sakit milik pemerintah daerah itu tidak memiliki pelayanan yang baik. (neo)

Feeds