Pelaporan Randy Menuai Protes Mahasiswa

UNRAS : Forum Jurnalis Bekasi (FJB) melakukan unjuk rasa di Polresta Bekasi Kota mendesak Kapolres segera menangkap dalang pemukulan terhadap wartawan Radar Bekasi, Randy beberapa waktu lalu. RIZKY/RADAR BEKASI

UNRAS : Forum Jurnalis Bekasi (FJB) melakukan unjuk rasa di Polresta Bekasi Kota mendesak Kapolres segera menangkap dalang pemukulan terhadap wartawan Radar Bekasi, Randy beberapa waktu lalu. RIZKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Korban kasus pemukulan wartawan Radar Bekasi, Randy Setiawan Priogo yang diduga didalangi oleh petinggi DPD PAN Kota Bekasi berujung pada pelaporan korban. Randy dilaporkan dengan dalih pencemaran nama baik oleh Ketua DPC PAN Bekasi Utara, Iriansyah ke Polresta Bekasi Kota.

Yang sangat disayangkan Polresta Bekasi Kota mengakomodir pelaporan Iriansyah dengan dalih pencemaran nama baik. Padahal, idealnya Polresta Bekasi mengusulkan Iriansyah untuk melapor hal tersebut ke Dewan Pers.

Hal itu membuat reaksi keras sejumlah organisasi kepemudaan maupun organisasi kemahasiswaan di Kota Bekasi. Seperti yang dikatakan Dewan Pertimbangan PC Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Kota Bekasi, Fadli Fadilah usai mendampingi pemanggilan korban di Polresta kemarin.

Kata dia, hal ini merupakan ujian bagi Polresta Bekasi Kota untuk dapat menegakan hukum di Kota Bekasi terhadap siapapun tanpa terkecuali. “Karena hukum tidak pandang bulu,” tegas aktivis Sapma yang akrab disapa Adi Bontot.

Menurutnya, jika korban pemukulan dilaporkan oleh Iriansyah yang notabenenya menyaksikan pemukulan Randy di rumah makan araunah Februari lalu. Dan pihak Polresta mengakomodir pelaporan itu sama saja telah terjadi kriminalisasi pers terhadap pekerja pers.

“Polresta belum berhasil menangkap satu pelaku dan otak dibalik pemukulan Randy. Namun disisi lain Polresta telah mengakomodir pelaporan balik ke Randy. Seharusnya Polresta menolak pelaporan itu dan meminta Iriansyah untuk melapor ke Dewan Pers,” katanya.

Lebih jauh kata dia, pihaknya mendukung Polresta untuk mengungkap kasus ini sampai dengan menangkap dalang atau otak pemukulan. Jika kasus ini tidak terungkap atau Polresta membiarkan kasus ini berlarut, sambung dia, hal ini menjadi insiden buruk ke depan dan mengancam jiwa para pekerja pers di Kota Bekasi.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan dan ditoleransi. Bisa saja hari ini menimpa Randy, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan menimpa teman-teman pers lainnya. Itu lantaran tidak mampu mengungkap kasus ini,” terang Adi.

“Siapa itu Faturrahman yang diduga menjadi otak pelaku pemukulan terjadap Randy yang juga bagian dari keluarga besar Sapma. Kenapa Polres terkesan lamban dalam menanggapi kasus ini. Ada apa dengan Polresta Kota Bekasi,” tandas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua PC PMII Kota Bekasi, Sadam mengatakan, Polresta jangan berpihak dalam menangani kasus ini. Pekerja pers adalah pekerjaan yang mulia yang harus dijaga betul keamanannya. “Kami juga siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami dukung Polresta untuk menangkap dalangnya,” pungkas Sadam. (sar)

Feeds