UN Online, SMAN 5 Kekurangan Komputer

Print

POJOKSATU.id, PONDOK – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) atau UN Online yang akan dilaksanakan pada 13 April mendatang di Kota Bekasi ternyata belum siap 100 persen.

Di SMAN 5 Kota Bekasi misalnya, ternyata sekolah tersebut mengaku masih kekurangan komputer. Kendati demikian, pihak sekolah tidak kekurangan akal. Mereka akan meminjam komputer ke sekolah lain.

“Bulan Maret kita hanya memiliki 20 komputer, dan setelah bergeriliya dan memanfaatkan komputer di laboratorium komputer bertambah menjadi 60 komputer. Untuk menutupi kekurangannya kami bekerja sama dengan sekolah lain untuk membantu penyediaan komputer,” kata Wakil Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Bekasi Rahayu.

Sekolah lanjut Rahayu, akhirnya mampu menyediakan 80 komputer tersebut tapi, masih belum memenuhi standar BNSP, 1 komputer untuk digunakan 3 siswa. Sedangkan jumlah peserta UN di SMAN 5 sebanyak 309 peserta.

Sekolah kemudian, meminta bantuan dari beberapa sekolah lain untuk memenuhi 104 komputer, yakni ke SMAN 15, SMAN 7, SMAN 16, SMPN 6, SMPN 20 dan SMAN 1 Bekasi.

Sedangkan teknis pelaksanaannya, akan dibagi 3 shift pembagian waktu ujian. Shift pertama  di pagi hari yakni jam 07.30 – 09.30, shift kedua  jam 10.30 – 12.30, dan shift ketiga  jam 14.00 – 16.00. Selain SMAN 5 Kota Bekasi, di Kota Bekasi, sekolah yang akan melaksanaan UN Online yakni SMK Yadika 11 dengan jumlah 425 peserta.

Dia juga mewanti-wanti kepada Perusahaan Listrik Nasional (PLN) terkait pasokan listrik, agar saat pelaksanaan UN tidak terjadi pemadaman listrik. Meski begitu, pihaknya mengantisipasi gangguan listrik dengan pengadaan genset.

“Biaya gensetnya tidak murah bisa mencapai Rp2,5 sampai Rp3 juta perhari, jadi mudah-mudahan PLN tetap menyala, supaya genset tidak perlu digunakan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Dedi Junaedi menjamin keamanan UN Online di Kota Bekasi dari serangan hacker. Untuk mengantisipasi, Disdik Kota Bekasi menyiapkan tiga orang teknisi dan koordinator teknisi yang sudah dilatih secara khusus di Bandung melalui Pendidikan Pelatihan (Diklat), yang akan ditempatkan disetiap sekolah.

Dia juga memastikan, tidak akan terjadi pemadaman listik saat pelaksanaan UN Online nanti. “Sistem keamanan soal dan jawaban sampai kelistrikan sudah dipersiapkan sebaik mungkin, jadi boleh dibilang para peserta tidak perlu takut,” pungkasnya. (cr21/GOB/gir)

Feeds