Tekstur Tanah Dua Desa Labil

RETAK-RETAK: Salah seorang pengendara sedang melintas di Jalan Warung Kacung-Pulo Bambu, Desa Karangsentosa, yang retak karena tekstur tanah yang labil. CR29/RADAR BEKASI

RETAK-RETAK: Salah seorang pengendara sedang melintas di Jalan Warung Kacung-Pulo Bambu, Desa Karangsentosa, yang retak karena tekstur tanah yang labil. CR29/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, KARANG BAHAGIA – Dari delapan desa di Kecamatan Karangbahagia, sebanyak dua desa diketahui mempunyai tekstur tanah yang labil, yaitu Desa Karangsentosa dan Karanganyar. Sehingga beberapa ruas jalan menjadi mudah retak karena adanya faktor alam tersebut. “Alam memang menjadi salah satu faktor yang merusak akses jalan. Khususnya jalan yang melintang di daerah persawahan,” ungkap Camat Karangbahagia, Majudu.

Ia menjelaskan, Desa Karangsentosa dan Karanganyar memang memiliki tekstur tanah yang labil, karena termasuk wilayah yang memiliki kadar air yang tinggi. “Banyaknya persawahan dan volume air yang mengakibatkan tebingan jalan tergerus. Berbeda dengan desa lain yang memang sudah dipadati oleh beton dan bangunan produksi yang lain,” paparnya.

Salah seorang warga Kampung RT 11/05, Desa Karangsentosa, Kardi (65) menuturkan, jalan rusak akibat tanah labil bisa terlihat di Jalan Warung Kacung-Pulo Bambu, Desa Karangsentosa. Menurut dia, retakan jalan dikarenakan di sepanjang jalur tersebut diapit oleh persawahan. “Tingginya air yang diserap tanah mengakibatkan jalan tersebut sering mengalami kerusakan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi jalan tersebut kerap membuat para pengendara terseok dan jatuh. Apalagi jalan tersebut persis berada di jalur cepat. “Selain rusak, jalan juga sering membuat para pengendara jatuh,” tandasnya. (cr29)

 

Feeds