Pembangunan Gedung Kebudayaan Dianggarkan Rp2 Miliar

BELUM MULAI : Belum ada aktivitas kelanjutan pembangunan gedung kebudaaan di Bojongmenteng, Rawalumbu. RISKY/RADAR BEKASI

BELUM MULAI : Belum ada aktivitas kelanjutan pembangunan gedung kebudaaan di Bojongmenteng, Rawalumbu. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI –Kritikan yang menyebut pemerintah kurang perhatian pada pengembangan budaya dan kesenian lokal, dijawab Pemkot. Rencananya, pada 2015 ini pembangunan gedung budaya akan diteruskan. Pada tahun ini Pemkot menganggarkan Rp2 miliar untuk pembangunan gedung kebudayaan yang berada di wilayah Situ Gede, Kelurahan Bojongmenteng tersebut.

Ya, selama ini salah satu ukuran jika Pemkot kurang peduli dengan pengembangan seni dan budaya, karena di Kota Bekasi memang belum memiliki gedung pertunjukan. Sebelumnya, Pemkot memiliki gedung kebudayaan, tetapi bangunan yang berada di komplek GOR itu kondisinya rusak.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpar) Kota Bekasi, Encu Hermana, berharap jika pembangunan gedung pusat kebudayaan itu tuntas, maka pengembangan budaya dan kesenian lokal akan makin mudah dilakukan.

Ia mengatakan, dalam pembangunan, di tahun 2015 baru memasang pondasi. Kemudian proyek itu akan dilanjutkan pada tahun 2016. Sementara proses pembangunan berjalan, kata dia, aktivitas kesenian bisa terus berlangsung. Kalangan seniman dan budayawan bisa menggunakan Pondok Mustika.

“Memang belum jadi rumah budaya, tetapi aktivitas ngumpul-ngumpul bersama budayawan tetap dilakukan,” paparnya.
Tambahnya, anggaran Rp2 miliar tak hanya untuk membuat gedung, tetapi juga untuk pengemban wisata budaya.

“Dalam pelestraian budaya, memang masih terkendala belum adanya wadah atau gedung budaya. Sehingga  aktivitas kesenian belum terpusat di suatu tempat, dan jika sudah ada tempatnya, kesenian Kota Bekasi bisa berkumpul dalam suatu tempat. Apalagi banyak kesenian Bekasi yang sudah Go International,” paparnya. (Ian)

 

Feeds