Demokrat Kabupaten Bekasi Kritik Kenaikan Harga BBM

NYOBLOS : Anggota Fraksi Demokrat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim ketika usai menyoblos pada Pemliu 2014 kemarin. DOK/RADAR BEKASI

NYOBLOS : Anggota Fraksi Demokrat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim ketika usai menyoblos pada Pemliu 2014 kemarin. DOK/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Kebijakan Pemerintah Jokowi yang menaikkan harga BBM untuk kesekian kali membuat semua harga bahan pokok meroket. Kebijakan tersebut juga ditolak oleh anggota Fraksi Demokrat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim.

Hal itu menyebabkan masyarakat Kabupaten Bekasi megeluh lantaran harga bahan pokok terus melejit naik akibat dampak dari pada kenaikan BBM.

“Kenaikan harga BBM juga dinilai berdampak pada pembangunan di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, pagu anggaran yang sudah ditetapkan untuk membangun harus diubah kembali, dan itu membuat pembangunan di Kabupaten Bekasi tertunda,” kata Mustakim.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini mengaku sangat menyangkan kenaikan harga BBM yang telah terjadi. “Kami sangat menyayangkan kebijakan tersebut, lantaran harga pokok juga menjadi naik dan itu jelas membuat masyarakat resah. Tidak hanya itu pembangunan di Kabupaten Bekasi juga menjadi terhambat lantaran pagu anggaran harus beubah lagi,“ ujarnya.

Lebih jauh kata Mustakim, seharusnya pemerintah pusat sebelum menaikan harga BBM menimbang lagi baik buruknya dari dampak kenaikan harga BBM.

“Pemerintah pusat seharusnya jangan asal menaikan. Katanya masyarakat harus belajar tidak menggunakan BBM bersubsidi, namun ketika masyarakat sedang belajar malah dinaikan lagi,” paparnya.

Selain mengeluhkan kenaikan harga BBM, masyarakat Kabupaten Bekasi juga mengeluhkan itu kelangkaan gas 3 kg yang terjadi di Sukatani, Tarumajaya dan beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi.

“Beberapa waktu lalu saya coba main ke wilayah Sukatani, Tarumajaya dan beberapa wilayah lainya di Kabupaten Bekasi. Mereka mengeluh langkanya gas 3 kg kepada saya. Masyarakat juga mempertanyakan kenaikan harga  gas 3 kg yang merupakan subsidi dari pemerintah, akan tetapi juga dimainkan dan membuat masyarakat kesulitan,” pungkasnya. (ran)

Feeds