Rizki Ditemukan, Bumi Perkemahan Jatisari Dievaluasi

GOTONG JENAZAH: Keluarga dan kerabat M Rizki Ardan kemarin menggotong jenazah Ardan yang baru ditemukan setelah hilang di Kali Cikeas sejak dua hari lalu. RISKY/RADAR BEKASI

GOTONG JENAZAH: Keluarga dan kerabat M Rizki Ardan kemarin menggotong jenazah Ardan yang baru ditemukan setelah hilang di Kali Cikeas sejak dua hari lalu. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id,BEKASI- Suasana haru menyelimuti rumah korban, M. Rizki Ardan (14), siswa SMP Negeri 7 Kota Bekasi yang menjadi korban arus Kali Cikeas saat mengikuti kegiatan Pramuka. Jenazah siswa kelas 2 ini disambut isak tangis rekan sekolahnya dan guru-gurunya.

Begitu pun dengan kedua orang tuanya yang tidak bisa menutupi kesedihannya saat melihat anak pertamanya pulang sudah tak bernyawa.

Rizki, panggilan akrabnya, berhasil ditemukan tim SAR sekitar pukul 08.00 kemarin. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh tim gabungan.

Koordinator lapangan Himpunan Relawan Pelajar Pemuda Pencinta Alam Rescue (Hirpala) Aidah Jubaidah, mengatakan tim SAR berhasil menemukan jasad korban setelah dilakukan penyisiran secara intensif.

Aidah menceritakan, tim pencarian  dibagi dalam dua kelompok pertama dengan cara menyelam; dan kedua menggunakan perahu karet menyisiri bibir kali.

Ia menjelaskan, sulitnya medan pencarian selain derasnya air dan juga terdapat sampah mengakibatkan tim baru hari ini (kemarin) berhasil menemukan mayat korban.

Menurut Aidah, korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik pencarian dalam posisi tersangkut di ranting pohon dan kondisi tubuh masih utuh.

“Medannya cukup sulit karena banyak sampah dan ranting-ranting pohon. Posisi korban saat ditemukan tersangkut ranting dan setengah tenggelam,” katanya.

Sementara, ayah korban, Slamet Yuniardi tampak tegar, saat melihat anaknya diturunkan dari mobil ambulan. Dengan mata berkaca-kaca, dirinya sudah mengikhlaskan kepergian putranya untuk selama-lamanya.

“Saya sudah ikhlas, ini mungkin jalan yang terbaik diberikan Tuhan. Saya juga mengucapkan kepada rekan-rekan yang sudah membantu pencarian anak saya,” tuturnya.

Menyikapi musibah yang menimpa M. Rizky Ardan (14) siswa SMP Negeri 7 Kota Bekasi dalam kegiatan pramuka di Bumi Perkemahan Perum Dirgantara Permai Kel. Jatisari Jatiasih, pihak Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bekasi akan mengevaluasi tempat perkemahan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Abdi dan Masyarakat Kwarcab Pramuka Kota Bekasi Abdillah Hamta mengatakan, ke depan pihaknya akan mengevaluasi  fasilitas dan pengamanan Bumi Perkemahan di Jatisari.

Menurutnya, sejumlah fasilitas kegiatan serta sarana dan prasarana akan diperbaiki dalam mendukung kegiatan Pramuka di Kota Bekasi.

“Kita akui saat ini fasilitas di Bumi Perkemahan Jatisari belum memadai. Seperti MCK dan penerangan. Nantinya akan menjadi perhatian ke depan,” kata Abdillah kepada Radar Bekasi saat ditemui melayat dirumah korban Rizki di Jakasampurna Bekasi Barat, Selasa (7/4).

Abdillah menjelaskan, saat ini baru terdapat sebuah bangunan balai pertemuan di Bumi Perkemahan Jatisari Jatiasih. Ke depan, menurut Kepala Dinas Kebersihan itu mengatakan fasilitas penunjang akan dievaluasi.

“Bumi Perkemahan di GOR kan sudah beralih fungsi menjadi hutan kota, jadi nyaris kegiatan outdoor Pramuka dipusatkan di Bumi Perkemahan Jatisari. Lahannya juga disana (Jatisari) akan kita perluas,” papar Abdillah.

Pantauan Radar Bekasi, di Bumi Perkemahan Jatisari, penerangan dan fasilitas MCK belum refresentatif.

Sejumlah kamar mandi, berada di dekat aliran Kali Cikeas yang lokasinya memang dalam lingkungan Bumi Perkemahan Jatisari.

Sebelumnya, Rizki sedang mengikuti kegiatan pramuka di bumi perkemahan Jatisari, saat mengikuti acara kegiatan menyeberangi kali Cikeas, tiba-tiba Rizki terlepas dari pegangannya sehinga korban langsung terseret arus kali Cikeas. (dat)

Feeds