Tujuh Ribu Guru Belum Sertifikasi

MENGAJAR : Salah seorang guru saat sedang mengajar. Dinas pendidikan Kota Bekasi mencatat, sebanyak tujuh ribu guru belum sertifikasi. DOK/RADAR BEKASI

MENGAJAR : Salah seorang guru saat sedang mengajar. Dinas pendidikan Kota Bekasi mencatat, sebanyak tujuh ribu guru belum sertifikasi. DOK/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI- Ribuan guru di Kota Bekasi, dihadapi dengan masalah belum mendapatkan sertifikasi yang merupakan bukti sebagai pendidik yang profesional dan kompeten. Alhasil, sampai sekarang mereka belum mendapat tunjangan mengajar yang dibayarkan oleh pemerintah pusat.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencatat, dari 17.087 guru negeri dan swasta yang tersertifikasi sebanyak 10.596 guru, sedangkan yang belum sertifikasi sebanyak 7.051 guru. Sedangkan setiap tahun kuota untuk sertifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencapai 1.000 guru baik yang PNS maupun non PNS.

“Mudah-mudahan tahun 2015 ini jumlah kuota bisa bertambah,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dedi Junaedi kepada Radar Bekasi.

Dedi menambahkan, perbedaan guru yang belum dan sudah tersertifikasi hanya pada tunjangan kerja yang mereka dapatkan. Mereka yang sudah mendapatkan sertifikasi akan mendapat biaya tunjangan dari pemerintah pusat.

Soal besaran biaya tambahan itu, kata Dedi mencapai Rp1,5 juta setiap guru setiap tiga bulan. Biaya tambahan itu diberikan mereka yang sudah tersertifikasi. ”Baik PNS maupun non PNS, yang penting sudah tersertifikasi, maka akan mendapatkan biaya tunjangan diluar gaji,” paparnya.

Menurut Dedi, jumlah guru yang akan disertifikasi terus bertambah, mengingat jumlah guru sangat dibutuhkan setiap tahun. Dia mengaku, banyak pertumbuhan sekolah baru di Kota Bekasi.

“Guru-guru baru akan bertambah setiap tahun, karena sesuai dengan kebutuhan, begitu pula dengan sertifikasinya,” paparnya.

Kebutuhan guru di Kota Bekasi kata Dedi, sebanyak 40 guru tiap tahunnya. Karena, untuk sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK sudah pasti akan mendirikan bangunan baru.

“Kalau dipukul rata-rata satu bangunan sekolah butuh 10 guru, berarti dikalikan empat sekolah mulai SD, SMP, SMA dan SMK, berarti totalnya ada 40 guru setiap tahunnya,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, untuk syarat bisa mengikuti sertifikasi ini guru harus memiliki pengalaman mengajar selama lima tahun. Bahkan, sejak tahun 2014 lalu, peserta sertifikasi harus melakukan uji kompetensi.

“Kalau sebelumnya kan hanya pemberkasan data. Tapi sejak 2014 sudah dilakukan uji kompetensi,” tandasnya. (gir)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …