PAN Bekasi Utara Polisikan Wartawan

SURAT PANGGILAN: Surat panggilan yang dilayangkan polisi untuk wartawan kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan politisi PAN Bekasi Utara.

SURAT PANGGILAN: Surat panggilan yang dilayangkan polisi untuk wartawan kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan politisi PAN Bekasi Utara.

POJOKSATU – Berkas penganiayaan terhadap wartawan Radar Bekasi belum lagi dilimpahkan ke pengadilan. Kini, politisi PAN Bekasi Utara melakukan serangan balik dengan melaporkan ke polisi dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Randy Yasetiawan Priogo. Surat laporan pencemaran nama baik itu dilaporkan langsung Ketua DPC PAN Bekasi Utara Iriansyah.

Randy mengaku bingung dengan laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Iriansyah. Apalagi, dalam surat panggilan sebagai saksi yang diterimanya dari Polresta Bekasi Kota disebutkan, dirinya akan dimintai keterangan dalam perkara pencemaran nama baik sebagaimana dalam pasal 311 KUH Pidana, yang terjadi di kantor DPC PAN Bekasi Utara.

’’Aneh, laporan pencemaran nama baik ini. Gak pernah saya datang ke kantor DPC Bekasi Utara. Saya juga bingung pencemaran nama baik yang mana,’’ tanyanya heran saat menerima surat panggilan sebagai saksi dari Polresta Bekasi Kota, kemarin. Polisi mengagendakan pemanggilan Randy sebagai saksi pada Kamis 9 April 2015 setelah melayangkan surat bernomor S.Pgl/1498/IV/2015.

Anehnya lagi, sambung dia, surat laporan pencemaran nama baik yang dibuat Iriansyah hanya berselang sembilan hari setelah kasus pemukulan yang dialaminya pada Kamis 19 Februari 2015. Sedangkan laporan polisi pencemaran nama baik dilayangkan Iriansyah pada 27 Februari 2015 dalam LP/326/K/II/2015/Resta Bks Kota.

Sekedar diketahui, 19 Februari 2015, Randy dihubungi Iriansyah untuk bertemu di RM Araunah, Jalan Serma Marzuki, Margajaya, Bekasi Timur. Nah, di lokasi itulah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh tiga orang yang diduga orang suruhan. Turut hadir saat itu selain Iriansyah, Ketua DPD PAN Kota Bekasi Faturahman. Aksi penganiayaan itu diduga lantaran terkait pemberitaan dukungan PAN Bekasi menjelang Kongres PAN di Bali. Berita itu tayang Rabu 18 Februari dengan judul ’’DPC Bekasi Utara Sebut Pimpinan DPD Masa Bodo’’.

Ketua DPC PAN Kecamatan Bekasi Utara Iriansyah membenarkan, pihaknya melaporkan Randy ke kepolisian atas dasar pencemaraan nama baik. Tapi, saat disinggung atas dasar apa pencemaran nama baik , dia balik berkelit. ’’Jangan tanya saya. Coba tanya Randy langsung. Dia lebih tahu jawabannya,” tuturnya saat dihubungi kemarin.

Menanggapi laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan  PAN Bekasi Utara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Nurhasim mempertanyakan pelaporan tersebut.
’’Harus ada kejelasan dulu dasar pencemaran nama baiknya dimana, apakah terkait pemberitaan atau pencemaran nama baik yang lainya, harus jelas dulu,” katanya.

Jelas Nurhasim, kalau pencemaraan nama baik karena masalah pemberitaan, itu bukan ranahnya kepolisian.
Seandainya merasa ada pencemaran dari pemberitaan, kata Nurhasim, harusnya yang bersangkutan melaporkanya ke Dewan Pers. ’’Bukan ranahnya ke kepolisian kalau terkait pemberitaan,” sambungnya.

Sementara itu, pengacara yang mendampingi Randy, Rury Arief Arianto mempertanyakan alas an pemanggilan klienny sebagai saksi dalam perkara pencemaran nama baik.

’’Seharusnya dijelaskan di surat pemanggilannya. Pencemaran nama baik yang mana, apakah masalah berita yang Randy buat atau ada yang lainya,” paparnya.

Meski begitu, pihaknya akan menghormati kepolisian yang akan memenuhi panggilan tersebut dengan catatan akan mengkonsultasikan terlebih dahulu ke Dewan Pers.

Terpisah, Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Rudi Setiawan mengaku belum mengetahui adanya laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan PAN Bekasi Utara dan surat panggilan sebagai saksi dalam perkara itu kepada wartawan Radar Bekasi.

’’Saya belum tahu tentang surat laporan tersebut. Nanti saya akan cek terlebih dahulu, dan sebaiknya ikuti saja prosedur yang ada,” imbuh Rudi saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (6/4). (dat)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …