Orang Terpapar HIV AIDS Jangan Dijauhi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Meski sosialisasi kerap dilakukan, namun hingga kini masih banyak orang yang berpandangan buruk terhadap penderita HIV AIDS. Biasanya, orang yang terpapar penyakit tersebut dijauhi oleh masyarakat.

Padahal, menurut Kepala Puskesmas Babelan I, Dimyati, yang seharusnya dijauhi ialah penyakitnya, bukan penderitanya. Selain itu, pandangan soal penderita penyakit HIV AIDS adalah orang-orang yang ‘nakal’, kata dia, hal itu salah besar.

“Sebenernya kita harus mengubah persepsi orang dulu, sekarang kan berkembangnya seperti itu, kena AIDS, berarti dia orang nakal, harus dijauhi, seharusnya jangan dijauhi orangnya, penyakitnya baru di jauhi, itu yang harus kita ubah,” ujarnya.

Pandangan buruk terhadap orang yang terpapar HIV AIDS harus segera diubah. Karena banyak penderita penyakit tersebut karena faktor bawaan.

“Saya sendiri tidak memungkiri memang ada beberapa penderita AIDS karena pergaulan, tapi kan tidak semua, ada juga pasangan yang udah menikah, entah suami atau istrinya ternyata penderita, kan nularin pasangannya, ibu-ibu lagi hamil, anaknya juga otomatis terkena juga, kan seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Dimyati, untuk mengatasi persoalan itu harus ada upaya dari pemerintah daerah atau pemerhati kesehatan. Upaya yang perlu dilakukan dengan gencar melakukan sosialisasi bahaya AIDS.

“AIDS itu kan bukan hal yang baru lagi, diserahkan ke salah satu instansi saja juga tidak bisa, harus bersama-sama dengan masyarakat juga untuk merangkul mereka, penyakitnya saja yang dijauhin,” imbuhnya.

Disinggung soal program vicity, kata Dimyati, program tersebut tidak bisa menyembuhkan orang yang terpapar HIV AIDS. Melainkan hanya sebatas deteksi dini.

“Tapi paling tidak kan kalau tahu sedini mungkin, kita bisa membantu mereka untuk menekan virus AIDS tersebut,” tuturnya. (cr24)

Feeds