Kadisdik Ancam Sanksi SMPN 7

MASIH DICARI: Tim pencarian jenazah Muhammad Ardan, siswa SMPN 7 yang tenggelam di Kali Cikeas hingga kemarin belum ditemukan. RISKY/RADAR BEKASI

MASIH DICARI: Tim pencarian jenazah Muhammad Ardan, siswa SMPN 7 yang tenggelam di Kali Cikeas hingga kemarin belum ditemukan. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU – Tim gabungan dari Himpunan Relawan Pelajar Pemuda Pencinta Alam Resque (Hirpala) dan Tagana terus melakukan upaya pencarian korban tenggelam, Muhammad Ardan (14) yang juga siswa SMPN 7.

Korlap Hirpala Aidah Jubaidah, mengatakan pencarian masih terus berlangsung, saat ini tim memperluas pencarian hingga lima kilometer.

“Hari ini kita perluas pencarian. Mudah-mudahan mendapatkan titik terang keberadaan korban, arus di atas memang terlihat tidak begitu deras, tapi arus di bawah sangat deras ada kemungkinan korban terseret arus bawah,” katanya.

Tim Relawan Indonesia (Relindo) juga menyusuri aliran kali dari arah berlawanan. “Kami pastikan, Rizki tersangkut di batang pohon dengan jarak sekitar 200 meter dari titik awal,” sambung Aida.

Aida menjelaskan, medan pencarian yang sulit dan banyaknya sampah di dalam aliran Kali Cikeas membuat tim SAR kesulitan menggunakan perahu karet.

“Ini medannya cukup sulit. Banyak sampah dan batang pohon yang menghambat tim menggunakan perahu karet. Namun, kita terus lakukan dengan cara lain,” pungkasnya.

Sementara, ayah korban, Slamet Yuniardi mengatakan, anaknya cukup aktif dalam kegiatan Pramuka. Karena memang Rizki sangat menyukai kegiatan yang menantang.

Slamet menjelaskan, dalam kegiatan Pramuka Rizki cukup aktif mengikutinya. Dibanding mengikuti pelajaran formalnya, Rizki sedikit tertinggal dengan teman lainnya.

“Anak ini aktif mengikuti Pramuka. Makanya untuk mata pelajaran di kelas agak tertinggal. Sebelumnya sudah saya ingatkan, agar hati-hati dan mengikuti arahan pembina,” kata Slamet di sela-sela mengikuti pencarian bersama tim SAR di Bumi Perkemahan Kota Bekasi.

Slamet berharap agar anaknya dapat segera ditemukan, sehingga mempercepat waktu pencarian.

Terpisah, Ketua Kwartir Bekasi Timur, Roni Hermawan menjelaskan, setiap kegiatan Pramuka mesti diperhatikan potensi bahaya bagi siswa peserta, dan pendampingan pembina yang mahir dan cakap dalam kegiatan tersebut.

“Tentu mesti ada batasan setiap kegiatan yang dipertimbangkan bagi kemampuan siswa. Gak boleh dipaksakan. Tentu manusia kan diberikan akal budi untuk memperhitungkan bahaya dan menghindari bahaya,” ungkapnya.

Roni mengingatkan, Pembina Pramuka jangan lalai dan sembrono dalam setiap kegiatan kepramukaan.

“Harus dievaluasi dulu. Bagaimana arahan pembina saat akan melintasi kali tersebut, apakah bahaya atau tidak. Sebagai pembina harus mempunyai pengetahuan agar tidak membahayakan bagi anggota pramuka lainya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Rudi Sabarudin menyesalkan peristiwa hilangnya siswa kelas 2 SMPN 7 Kota Bekasi di Sungai Cikeas saat mengikuti kegiatan pramuka.

“Sangat disesalkan kejadian seperti ini, apalagi sampai menelan korban jiwa. Sudah pasti kita akan evaluasi kegiatan Pramuka tersebut, terlebih sampai harus kehilangan nyawa,” tandasnya.

Rudi menambahkan, bila nanti terbukti ada kelalaian dari pihak sekolah, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada SMPN 7 Kota Bekasi.

“Kita akan beri sanksi tegas, sanksi yang akan kita berikan nanti disesuaikan usai penyelidikan dari pihak kepolisian,” paparnya. (dat)

Feeds