Bangunan Taman Pintar Mangkrak

MANGKRAK: Warga Perum Kota Serang Baru mengeluhkan kondisi bangunan taman pintar yang mangkrak dan tanpa perawatan, padahal keberadaan fasilitas tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekitar.YUSUF/RADAR BEKASI

MANGKRAK: Warga Perum Kota Serang Baru mengeluhkan kondisi bangunan taman pintar yang mangkrak dan tanpa perawatan, padahal keberadaan fasilitas tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekitar.YUSUF/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, SERANG BARU- Warga Perum Kota Serang Baru (KSB) menyesalkan pihak pengembang yang tidak merawat bangunan taman pintar, padahal selama ini bangunan tersebut menjadi fasilitas pendidikan bagi warga sekitar.

Warga KSB Blok C, Aup (37) mengungkapkan, bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 2006 tersebut saat ini keadaannya tidak terawat, bahkan bila malam hari dijadikan tempat kandang kambing, sehingga banyak kotoran hewan yang berceceran. Tidak hanya itu, buku-buku yang ada didalam rumah pintar juga banyak yang rusak.

“Sebenarnya kami sudah meminta pengembang untuk merehabilitasi bangunan ini, tetapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan, tempat ini sebelumnya menjadi fasilitas pendidikan bagi anak-anak,” jelasnya kepada Radar Bekasi.

Dengan keadaan seperti ini, kata dia, warga menilai pihak pengembang perumahan tidak peduli, padahal bangunan ini termasuk fasos fasum yang harus dipenuhi pihak pengembang, apalagi banyak anak-anak yang ingin menyalurkan hobi membaca dan belajar mereka. “Kalau keadaannya seperti ini apa yang mau digunakan? Pengembang seharusnya buka mata untuk secepatnya melakukan rehabilitasi,” sesalnya.

Sementara itu, Ketua RT 20/18 Perum KSB, Fery mengatakan, seharusnya pihak pengembang bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, untuk mengembangkan taman pintar ini agar bisa berkembang dan bermanfaat bagi warga, jangan dibiarkan mangkrak seperti ini. “Yah bisa lah untuk tembus ke Dinas Pendidikan, kalau begini kan jadi enggak ada manfaatnya,” jelasnya.

Fery meminta agar operasional bangunan ini jangan berhenti ditengah jalan, tapi harus berjalan kembali dan kalau bisa dibuat organisasi yang tujuannya untuk mengelola gedung pintar ini. “Kan kemaslahatannya banyak, mubazir kalau seperti ini terus, jangan putus ditengah jalan harus dilanjutkan,” tandasnya. (dho)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …