Hati-hati, Nata De Coco Campuran Pupuk Beredar di Bogor dan Bekasi

Hati-hati, Nata De Coco Campuran Pupuk Beredar di Bogor dan Bekasi

Hati-hati, Nata De Coco Campuran Pupuk Beredar di Bogor dan Bekasi

POJOKSATU.id, BOGOR – Sebaiknya anda kini harus lebih berhati-hati saat hendak membeli nata de coco di minimarket. Cek betul pabrik pembuatan makanan yang terbuat dari sari kelapa tersebut. Karena nata de coco hasil olahan Sidomoyo, Godean, Sleman, mengandung campuran pupuk kimia.

Fakta itu terungkap setelah Polres Sleman menggerebek pabrik pembuatan nata de coco di sebuah gedung bekas sekolah di Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Minggu (29/3).

Dari pabrik tersebut, polisi mendapati mendapat barang bukti pembuatan nata de coco dengan bahan pupuk ZA. Kepada polisi, si pemilik pabrik, DAP, mengaku bisa memproduksi 700 kg nata de coco setiap harinya.

Nata de coco buatannya kemudian dikirim ke tiga PT di Bogor dan Bekasi. Pengakuan DAP, nata de coco dibuat dengan cara mencampur 100 liter air kelapa, 300 gram pupuk ZA dan 500 gram gula lalu direbus.

Setelah itu, hasil rebusan dituangkan ke loyang-loyang lalu dijemur hingga kering dan mengental.

“Waktu kita ke sana ada sekitar 5.000 loyang siap kirim ke Bogor dan Bekasi untuk dikemas dan berikan perasa,” tegas Kapolres Sleman AKBP Faried Zukarnaen.

Sekadar diketahui, pupuk ZA merupakan akronim dari istilah bahasa Belanda yakni zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat (NH4SO4). Nah, pupuk ZA yang terkan­dung di nata de coco buatan DAP merupakan jenis pupuk kimia, biasa digunakan di dunia pertanian untuk menambah unsur hara nitrogen dan belerang bagi tanaman.

Bentuk fisik pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Di negara-negara konflik, seperti Pakistan dan Afganistan, pupuk ZA dipakai sebagai komposisi dasar pembuatan bahan peledak.

Faried menambahkan, nata de coco campuran pupuk ini sudah banyak ditemukan di minimarket waralaba.

“Pengakuan dari DAP, itu diberi merek beberapa swalayan dan toko berjaring, dia juga menye­butkan Alfamart dan Indomaret,” kata Faried.

Feeds