Musim Kemarau, Kabupaten Indramayu Jadi Wilayah Paling Parah Mengalami Kekeringan di Jabar

KEKERINGAN: Petani memeriksa kebun timun garapannya yang mengering akibat kesulitan air di Kawasan Gedebage, Kota Bandung, Senin (6/8). Sulitnya air pada musim kemarau berdampak pada minimnya ketersediaan sayuran. RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

KEKERINGAN: Petani memeriksa kebun timun garapannya yang mengering akibat kesulitan air di Kawasan Gedebage, Kota Bandung, Senin (6/8). Sulitnya air pada musim kemarau berdampak pada minimnya ketersediaan sayuran. RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kekeringan di Jawa Barat terus terjadi. Setidaknya dari 19 kota/ kabupaten yang dinyatakan mengalami krisis kekurangan air. Kabupaten Indramayu menjadi wilayah yang terdampak paling parah.

Pejabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawaan mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat yang wilayahnya terkena dampak musim kemarau yang cukup panjang.

”Cadangan air di daerah yang kekeringan tinggal satu bulan lagi. Kita harap musim kemarau ini cepat berlalu,” kata Iriawan saat di jumpai di Gedung Sate.

Dari 19 kabupaten, daerah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Indramayu. Ia mencatat, sebanyak 5.314 hektar mengalami dampak ringan meliputi 1.772 hektar kekeringan sedang, 1.321 hektar kekeringan berat, sedangkan sisanya 282 hektar mengalami puso (gagal panen).

“Dampaknya merata di 11 kecamatan Indramayu, terparah ada di Kecamatan Kandanghaur dan Gabus Wetan. Ada ratusan hektar gagal panen,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Hendy Jatnika menyebut, selama tiga bulan terakhir musim kemarau ada 12.572 hektar terdampak kekeringan.

”Curah hujan sangat minim bahkan tidak ada hujan di banyak daerah diwil negara kita yang iklim tropis,” katanya.

Hendy terus berupaya untuk menanggulangi masalah kekeringan disejumlah wilayah di Jabar. Salah satunya, memberi bantuan pompa air dan pembuatan embung atau long storage.

Namun kata dia, bantuan tersebut belum bisa mencover seluruh wilayah Jabar yang terdampak kekeringan, termasuk di Kabupaten Indramayu.

”Bagi daerah-daerah yang masih terdapat air baik pada saluran irigasi dan sungai diupayakan dengan bantuan pompa. Bagi yang tidak mungkinan tanam padi, digilir degan tanaman lain yang tidak memerlukan air banyak seperti palawija, kacang hijau, jagung atau kedelai,”pungkasnya.

(RBD/ipn/pojokjabar)


loading...

Feeds