Tahun 2018, Angka Pengangguran di Kota Cimahi Meningkat

Ilustrasi pengangguran

Ilustrasi pengangguran

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Memiliki suatu pekerjaan adalah kebutuhan mutlak dalam sebuah kehidupan. Namun, untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah. Akibatnya, pengangguaran pun terus bertambah.

Seperti yang terjadi di Kota Cimahi, dari tahun 2016 hingga 2018, jumlah pengangguran terus meningkat. Adapun angka pengangguran pertahunnya yaitu, untuk tahun 2016 mencapai 14.223 orang, tahn 2017, 14.000 orang.

Namun, angka pengangguran pada tahun 2018 ini mencapai 17.225. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cimahi Dida Hardiningsih mengatakan, angka pengangguran memang setiap tahunnya selalu bertambah.

Angka ini bertambah banyak yang disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Tiap tahun peningkatan selalu ada, tapi tergantung berapa lama mereka menganggur, sehingga datanya bisa berubah,” kata Dida, kepada Radar Bandung (Pojoksatu.id Grup), Selasa (10/07/18).

Menurut dia, untuk penyumbang angka pengangguran terbanyak berada di Cimahi wilyah Selatan. Sebab, wilayah tersebut merupakan kawasan industri dan sejumlah masyakarakat pendatang yang belum memiliki pekerjaan.

“Pendatang yang ada di wilayah selatan ini, tiap tahunnya juga selalu bertambah. Jadi selama ini masalahnya ada di penambahan pendatang, ditambah lulusan SMA/SMK yang belum bekerja,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya pun tidak ingin jumlah pengangguran di Cimahi terus bertambah. Untuk mengurangi angka pengangguran tersebut, kini pihaknya sedang melakukan kerjasama dengan beberapa instansi.

“Kita mencoba kerjasama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK), Lembaga Pelatihan Khusus (LPK), jadi kalau ada instansi yang mau nenempatkan orang, laporan dulu ke kita. Agar penduduk lokal bisa diprioritaskan. Makanya kita ada kerja sama dengan LPK,” tuturnya.

Selain melakukan kerjasama kerja sama dengan sejumlah instansi, upaya lainnya yaitu melaksanakan kegiatan Jobfair. Namun, dikarenakan Jobfair tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan peminat, maka tahun ini pemerintah menghentikan kegiatan tersebut.

“Sekarang kita coba maksimalkan saj kerjasama dengan instansi lain,” pungkasnya.

(RBD/job5/pojokjabar)


loading...

Feeds