Bripka Nuri Nulhakim Blak-blakan Ungkap Masa Pendidikannya sebelum Menjadi Polwan

Bripka Nuri Nulhakim./Foto: via Jawapos.com

Bripka Nuri Nulhakim./Foto: via Jawapos.com

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Perempuan dinilai lembut namun jangan dijadikan alasan untuk tidak bisa melakukan pekerjaan laki-laki. Pada zaman sekarang perempuan harus tangguh dan bekerja cerdas. Karenanya, emansipasi wanita sudah dalam genggaman.

Polisi, pekerjaan yang memang lebih kepada laki-laki. Pekerja keras, tegas dalam mengayomi dan melindungi warga sipil. Namun zaman now, tidak hanya laki-laki, perempuan pun bisa berdampingan atau bekerja setara dengan tugas laki-laki.

Polwan, sebutan polisi wanita yang terkesan keren dan tak sedikit perempuan yang memimpikan profesi itu. Bripka Nuri Nulhakim, yang memilih jalan untuk melaksanakan tugasnya sebagai Polwan Polres Bandung sejak beberapa tahun lalu. Dengan yakin dirinya mendaftarkan diri untuk mengikuti pendidikan pasca lulus SMA.

Perempuan berdarah Sunda kelahiran 1997 itu mengatakan menjadi seorang perempuan tidak hanya bisa menyelesaikan tugas perempuan namun juga tugas laki-laki. “Sosok Polwan harus tangguh, perempuan juga bisa mengerjakan tugas laki-laki,” kata Nuri sebutan Bripka Nuri Nulhakim saat ditemui JawaPos.com (Pojoksatu.id groupdi Kabupaten Bandung, Kamis (19/4).

Baca juga: Wasniti : Fadia Ingin Jadi Polwan

Sebagai seorang intel Polres Bandung dirinya kerap menjalani tugas dalam melayani kebutuhan masyarakat. Karena dirinya menyukai pekerjaan sebagai Polwan. Dalam ceritanya semua tugas menjadi pengalamannya dan layak untuk dikenang. Namun ada satu yang tak pernah dilupakannya yakni pada masa pendidikan sebelum menjadi Polwan Polres Bandung.

Pendidikan saat itu, kata dia sangat berkesan selain menjadi pengalaman pertamanya, banyak ilmu dan pengetahuan yang sebelumnya tidak didapat di luar sana. Maka bagi Nuri pendidikan adalah pengalaman yang sangat berkesan hingga kapan pun.

Perihal hari kartini, dirinya menilai perempuan terkhusus generasi zaman now alias milenial harus lebih melek dan responsif terhadap lingkungan dan zaman. Tapi tidak juga tergerus oleh zaman. “Kayanya beda ya sama yang dulu. Kartini yang sekarang terbawa sama zaman jadi lebih modern,” ungkapnya.


loading...

Feeds