Ini Isi Chatting yang Jadin Senjata Maut Napi Lapas Jelekong Dapatkan Video Bugil: Bicara Soal Pernikahan

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo ungkap kasus ancaman terhadap 89  perempuan, Kamis (12/4/2018)./Foto: Humas Polrestabes

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo ungkap kasus ancaman terhadap 89 perempuan, Kamis (12/4/2018)./Foto: Humas Polrestabes

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Narapidana penipu menggunakan berbagai cara untuk bisa mendapatkan video bugil sebagai senjata memeras korban. Senjata paling maut memang membicarakan soal pernikahan, dibumbui dengan perhatian tiap waktu dan video serta foto yang menyentuh perasaan.

Seperti dari chat nomor WA 082321470035 milik salah seorang dari tiga tersangka yang didapatkan JawaPos.com (Pojoksatu.id group) misalnya. Dalam WA itu tertanggal 5 Maret pukul 02.50, pelaku mengirim pesan “Bangun, bangun, bangun, bangun, bangun.” Chat tersebut baru dibalas oleh korban dengan “Aku gak percaya kamu.” pada pukul 04.30.

Pada pukul 05.18, tersangka membalas dengan pesan,”Sayang maksudnya apa?” Dalam chat selanjutnya, pukul 07.59, pelaku memanggil-manggil korban,” Bundaaa, bundaaa.” Balasannya baru pada pukul 09.31, “Nanti aja Yah…Bunda mau ke sekolahan lagi…”.

Baca juga: Akun Deddy Darmawan dan Yogi Fernandes Jadi Pancingan Napi Lapas Jelekong Dapatkan Video dan Foto tanpa Busana

Tidak lama, tersangka itu membalas: nanti kalau ada telepon dari kantor ayah, tolong sempatkan waktu sebentar ya. “Iya ayah,” jawab korban, yang lalu dibalas pelaku dengan berterima kasih.

Hari selanjutnya, pukul 09.37, giliran korban yang meminta chat. “Ayah sibuk gak? Ayo chat?” yang tentu dibalas pelaku. “Ngga kok, ok.” Saat itulah korban lalu menyebut, “Kapan nikahnya, ayah pengin pernikahannya gimana? Sederhana atau dibesar-besarin?” tanyanya.

Saat itu, pelaku menjawab bahwa pernikahan sederhana saja. Tapi, ternyata korban menjawab, “Tapi bunda penginnya gak sederhana, gimana?” ujarnya dalam WA tersebut.

Baca juga: Blak-blakan Pengakuan Napi Modus Video Panas, Kapolres Jamin Video tanpa Busana Korban Tidak Menyebar

Saat itu pelaku langsung menjawab dengan,”Memangnya mau gimana?”

Korban menjawab, karena itulah dia tak bisa nikah cepat-cepat. “Keluarga dan saudara-saudara banyak,” tuturnya. Pelaku kemudian membalasnya dengan seakan-akan akan membiayai semuanya.

“Kan ada aku,” tuturnya.

Baca juga: Begini Trik Napi Lapas Jelekong Berkomunikasi dengan Para Perempuan Hingga Lakukan Video Call Sex

Tapi, saat itu pula, pelaku meminta agar korban membantu membayar utangnya. “Bundaaa, mana uangnya, aku pinjam dulu.” Terlihat juga ada emoticon marah.

Chat itu dibalaslah oleh korban dengan meminta pelaku untuk meminjam ke kawannya. “Cobalah kamu pinjem temen atau saudara kamu,” ujarnya.

Tapi, saat itu pula pelaku menyinggung soal adanya perhiasan. “Tadi, katanya ada perhiasan, berapa harganya,” tanyanya, lalu dijawab korban dengan tidak cukup.

Baca juga: Tiga Pria Ini Bisa Dekati Cewek Hingga Minta Korban Telanjang, Trik Awalnya dari Media Sosial

Ketika korban bersikeras tak punya uang, mulailah jurus keras dikeluarkan.

Pelaku mengirim foto dan video bugil korban. Dilanjutkan dengan ancaman kalau tidak mengirim uang akan diunggah foto-foto itu ke internet.

Pelaku mengirim pula foto-foto desa tempat tinggal korban. Yang kemungkinan diambil dari Google Earth. “Ini desa kamu tuh, foto foto bugilmu kutempel di setiap sudut itu,” ancamnya.

Baca juga: Tragis! Diduga Masih Ada Ratusan Korban Lain, Foto dan Video 89 Cewek tanpa Busana Jadi Bahan Ancaman Tiga Pria Ini

GL, saksi sekaligus napi, menuturkan, untuk menaklukkan hati korbannya, setiap saat perhatian melalui media sosial diberikan. “Tanya tiap hari, sudah makan belum. Lalu kirim foto yang emosional, saya kirim foto yang sedang sama anak-anak,” paparnya.

Terkadang juga dikirim foto yang terlihat sedang berada di lautan. Ada juga foto yang sedang di mobil Pajero Sport, sedang memegang senjata. “Itu saya kirim ke korban untuk meyakinkan, saya ini asli bukan akun palsu. Kan saya mengakunya jadi pelaut,” urainya.

Setelah mau pacaran via internet, akhirnya telepon dan chat mulai menjurus ke hal-hal mesum. Agar kemudian bisa melakukan video call mesum. “Ya, lebih banyak telepon kalau membicarakan soal yang mesum itu.”

Ika, salah seorang perempuan yang nyaris jadi korban, menyebutkan sempat ada orang bernama Aldyan Saputra yang mendekati dirinya. Dia menuturkan, Aldyan ini mengaku kerja di sebuah perusahaan minyak.

“Dia lihat FB (Facebook) dan meminta nomor WA,” ujarnya.

Salah satu yang membuatnya trenyuh, Aldyan yang di foto profilnya sedang bermain golf ini menceritakan soal keluarganya. Ayahnya telah meninggal, ibunya tinggal sendirian. “Dia mengaku anak tunggal dan bekerja untuk membantu ibunya,” tuturnya.

Namun, lama-kelamaan akun palsu itu meminta uang Rp 8 juta. “Itu karena dia mau cuti dan ketemu saya. Saya sejak awal sudah curiga dan tidak mau memberikan uang. Saya juga enggak mau video call diminta gak pakai busana,” tuturnya.

Psikolog klinis forensik A. Kasandra Putranto menyebut ada beberapa penyebab sehingga perempuan bisa begitu percaya terhadap seseorang, lantas mengirim foto atau video dirinya tanpa busana. “Ini masalah kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan pendidikan,” tuturnya kemarin (14/4).

(idr/wan/c17/pojokjabar)


loading...

Feeds