Akun Deddy Darmawan dan Yogi Fernandes Jadi Pancingan Napi Lapas Jelekong Dapatkan Video dan Foto tanpa Busana

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Salah satu komplotan pemerasan bermodus video bugil ternyata dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Jelekong, Bandung, Jawa Barat. Para penghuni penjara itu bahkan seperti telah merubah tempatnya hidup menjadi sebuah perushaan penipuan beromzet miliaran.

Kasus penipuan tiga narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Jelekong, Bandung bermodus asmara untuk video bugil membuka tabir bahwa lapas dikelola dengan profesional bak lembaga perusahaan untuk menipu dan mengeruk uang kejahatan.

Tidak tanggung-tanggung, satu orang napi dalam satu bulan bisa mendapatkan Rp 25 juta dari penipuan terhadap para korban. Padahal, jumlah napi di Lapas Jelengkong ini mencapai sekitar 1.290 orang.

Baca juga: Blak-blakan Pengakuan Napi Modus Video Panas, Kapolres Jamin Video tanpa Busana Korban Tidak Menyebar

Diperkirakan, 1.000 napi di antaranya juga melakukan penipuan yang sama dengan tiga tersangka, yakni Iqbar Destevantio alias Mencos (25), Jamjam Nurjaman alias Ijam (30), dan Febri Andriana alias Ape (29).

Kanit PPA Polrestabes Bandung Ipda Dhenia Istika Dewi menuturkan, ada empat blok di penjara Jelengkong. Setiap blok itu ada 16 kamar yang dihuni sekitar 13 hingga 15 orang tiap kamar.

Dalam setiap kamar itu, 8 hingga 10 napi melakukan kegiatan yang sama. Mereka menjadi penipu dengan modus merayu perempuan, lewat sosial media,”€ tuturnya.

Baca juga: Begini Trik Napi Lapas Jelekong Berkomunikasi dengan Para Perempuan Hingga Lakukan Video Call Sex

Caranya, setiap napi ini memiliki dua handphone. Satu handphone untuk chat via media sosial dan WhatsApp. Setelah hubungan lebih dalam, ikatan emosional terjalin, napi ini meminta untuk video call bugil.

“Nah, handphone kedua ini digunakan untuk merekam secara manual, layar handphone pertama yang sedang video call ditembak kamera handphone kedua,”€ tuturnya.

Setelah terekam itulah, napi ini memiliki senjata untuk memeras para korbannya. Dia menuturkan, dari modusnya memang tampak memanfaatkan perasaan lembut seorang perempuan.

Meskipun rasa iba juga kerap dimunculkan pada napi ini,” jelasnya.

Bagaimana caranya napi ini bisa meyakinkan para korban untuk membuat video bugil? Salah seorang napi yang ditemui Jawa Pos (Pojoksatu.id group) berinisial GL menceritakan bagaimana rayuan tingkat tingginya bisa membuat para perempuan klepek-klepek dan terjerembap dalam jeratan video tanpa busana.

“Saya baru beberapa bulan di Lapas Jelengkong, saya pindahan lapas lainnya,” ujarnya.

Saat awal pindah ke Jelengkong, dirinya dipaksa oleh kepala kamar Ijam untuk melakukan penipuan merayu para perempuan. Dirinya dibekali dua handphone oleh Ijam untuk menipu.

“Tapi, handphone ini hanya alat, saya diajarinya cara mengumpulkan data identitas untuk menipu. Ini yang paling penting, identitas, sistem kerja, dan perusahaan harus sinkron,”€ tutur lelaki berusia 25 tahun tersebut.

Jadi, sebenarnya para napi itu sudah memiliki bank data profil lelaki pancingan yang ganteng dan benar-benar bekerja yang sifatnya jauh. Seperti, tambang, pelayaran, dan sebagainya.

“Itu data asli bukan data rekaan. Tapi, saya enggak mau sama fotonya dan identitasnya, saya cari yang beda,” jelas GL sembari tersenyum.

Dia menuturkan, untuk mendapatkan data profil lelaki pancingan itu, kepala kamar mengajari agar masuk komunitas di internet. Ada sekitar 20 komunitas yang diikuti, di antaranya Pelaut Indonesia, komunitas maritim dan komunitas scammers.

“Dari komunitas ini, saya dapat puluhan akun lelaki pancingan, seperti akun Deddy Darmawan dan Yogi Fernandes, keduanya benar-benar kerja di pelayaran,”€ tuturnya.

Hampir semua data dari keduanya didapatkan, dari KTP, KK, kartu karyawan, foto, dan yang paling penting video agar membuat hati perempuan meleleh. Bagaimana caranya? Napi yang divonis lebih dari 10 tahun itu lantas tersenyum.

Dia menyebutkan, dirinya menggunakan akun perempuan untuk bisa mendapatkan data itu. “Saya pakai foto dan identitas korban cantik namanya Rania yang saya peras untuk merayu mereka. Saya chat via FB dan WA,€ kata GL.

Untuk bisa membuat keduanya memberikan KTP, Rania palsu ini menuduh Yogi dan Deddy akun palsu. Maka, untuk membuktikannya, Rania palsu meminta KTP dan KK. “Saya juga kirim KTP dan KK, tapi ya punya Rania itu,” ujarnya sembari terkekeh.

Dari komunitas itu pula, GL bisa mempelajari sistem kerja di pelayaran. Hal itu ditujukan untuk memperkaya naskah cerita babak demi babak dalam merayu perempuan dan akhirnya jatuh dalam jebakan video bugil. “Ya, saya diajari agar semua profil dan alasan itu sama dengan yang sebenarnya,”€ ujarnya.

Setelah mendapatkan data identitas lelaki pancingan itu, dibuatlah akun media sosial menggunakan nama itu untuk memacari korban perempuan.

“Caranya juga sama antara mendekati lelaki dan perempuan, saya mendekatinya berhari-hari,”€ tuturnya.

Menurutnya, di kamarnya yang diisi 13 orang itu, 10 orang di antaranya melakukan hal yang sama. Bekerja dengan menipu perempuan-perempuan di dunia maya.

“Hasil penipuan saya seminggu bisa mencapai Rp 30 juta,”€ ujarnya.

Jumlah itu merupakan rata-rata hasil penipuan satu napi. Namun, pernah ada rekor pendapatan napi yang sampai saat ini belum terpecahkan, yakni salah satu napi yang sudah bebas berinisial R dalam seminggu mampu untuk mendapatkan Rp 250 juta.

“Itu rekor dia, yang jadi pembicaraan warga lapas,” jelasnya.

Namun, kendati hasil penipuannya besar, ternyata para napi ini hanya mendapat bagian Rp 800 ribu setiap minggu. Menurut napi lain sekaligus saksi berinisial A, penghasilan Rp 30 juta tiap napi itu sebagian besar dibagi antara kepala kamar, kepala blok, dan diduga juga diterima sipir.

“Kalau ditotal semuanya, seminggu bisa sampai Rp 1 miliar pendapatan menipu ini. Ya, saya hanya bisa menerima yang penting di kamar bisa tenang, tidak diganggu dan tidak dipukuli,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu karena sipir yang berperan membawakan handphone agar masuk ke lapas. Semua handphone yang ada di penjara itu, sipir yang memasukkannya. “Tidak mungkin napi,” paparnya terlihat tenang.

Sebagai napi bawahan, dia mengaku sering dipukuli karena gagal mendapatkan uang penipuan. Terutama, awal-awal menjalankan aksi. “Saya seminggu pertama dan kedua tidak dapat uang sama sekali, lalu saya dipukuli sama kepala kamar,”€ paparnya.

Bahakan yang paling terlihat perlente di Lapas Jelengkong, menurutnya adalah kepala blok dan kepala kamar. Mereka paling banyak mendapatkan fasilitas tertentu dari sipir. “Ya, uangnya mereka yang bawa,”€ tuturnya.

Sementara Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menuturkan, pengungkapan kejahatan ini bukan hanya bertujuan menghukum. Namun, juga menyelamatkan banyak pihak. Dengan kasus ini diungkap, maka banyak yang terselamatkan,” ujarnya.

Pertama, 89 korban bahkan ratusan perempuan yang telah ditipu. Kedua elemen yang diselamatkan adalah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM). Karena dengan kasus ini bisa melakukan perbaikan.

“Ini menolong bukan menjelekkan, yang menjelekkan itu oknum-oknum,”€ paparnya.

Selanjutnya, yang diselamatkan adalah keluarga setiap masyarakat. Sebab, tidak ada orang yang mau keluarganya, adik perempuannya, kakak perempuannya, atau anggota keluarganya menjadi korban penipuan video mesum.

“Ini tidak berlanjut, saya juga tidak mau keluarga saya terkena ini,€” jelasnya.

Dia menegaskan, dengan penegakan hukum ini, diharapkan ada perbaikan dalam criminal justice system. Polisi, jaksa, hakim, dan sipir ini bisa menegakkan hukum dengan lebih baik. “Perbaikan regulasi, perbaikan moral, dan perbaikan niat,”€ tegasnya.

(jpk/jpg/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Park Geun-hye kemungkinan besar bakal menghabiskan seluruh sisa umurnya di balik jeruji besi. Kemarin (20/7/2018) Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan …