Harga Daging Ayam Naik, Dispangtan Kota Bandung Kecolongan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung kecolongan terkait naiknya harga daging ayam dipasaran. Memang kenaikan harga tidak terlalu signifikan yaitu Rp 1.000 per kilogram.

Semula harga ayam di pasar Kota Bandung paling mahal Rp 34.000 per kilogram. Sekarang menjadi Rp 35.000 per kilogram. Kadispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan kenaikan harga tersebut diluar prediksi. Menurutnya kenaikan akan terjadi pada bulan Mei mendatang.

“Ini (kenaikan) di luar prediksi, seharusnya tidak ada kenaikan hingga bulan mei mendatang,” kata Elly, Selasa (27/3).

Elly mengaku masih belum mengetahui dengan pasti penyebab kenaikan harga ayam ini. Namun jika naik tiba-tiba seperti ini, Elly memperkirakan diakibatkan cuaca yang kurang bersahabat.

“Kita belum tahu, apakah ini akibat buruknya cuaca hingga memengaruhi pertumbuhan ayam. Mungkin yang seharusnya dalam seminggu bisa sekian kilogram beratnya, tapi karena cuaca buruk tidak sampai segitu,” papar Elly.

Untuk itu, Elly mengaku akan segera mengonfirmasi ke daerah suplier apa yang menjadi penyebab kenaikan harga daging ayam ini. Selain itu, harga yang mengalami kenaikan adalah harga cabe rawit merah, yang naik dari Rp 40.000 sampai –Rp 45.000 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram.

Selain itu bawang merah juga mengalami kenaikan. Harga sebelumnya dikisirana Rp 22.000 – Rp 24.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram.

“Kenaikan ini dikarenakan buruknya cuaca, sehingga tanaman terkena penyakit patek yang mengakibatkan kualitas turun dan cepat busuk. Untuk bawang juga sama,” beber Elly.

Meski ada kenaikan, namun Elly mengaku ini masih dalam tahap wajar. Sehingga pihaknya tidak akan melaksanakan operasi pasar (OP).

“Kami akan mengadakan OP, kalau kenaikan harga sudah mencapai 15 persen,” katanya.

(RBD/mur/pojokjabar)


loading...

Feeds