Belum Berfungsi, Mesin Parkir Otomatis di Kota Bandung Jadi Pajangan

PAJANGAN: Mesin Parkir yang terpasang di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung hingga kini belum berfungsi, Senin (12/3/18). MUHAMMAD GUMILANG/RADAR BANDUNG

PAJANGAN: Mesin Parkir yang terpasang di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung hingga kini belum berfungsi, Senin (12/3/18). MUHAMMAD GUMILANG/RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menilai, pengadaan mesin parkir elektronik yang diprogramkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung hanya menghamburkan uang rakyat saja.

445 mesin parkir yang tersebar di 221 titik Kota Bandung belum berfungsi optimal. Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama mengatakan, Pemkot Bandung dan Dishub Kota Bandung gagal merealisasikan program tersebut karena tidak adanya perkembangan mengenai mesin parkir tersebut.

Menurutnya masih banyak warga Kota Bandung yang belum menggunakan mesin parkir tersebut dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan dibandingkan dulu ketika masih menggunakan juru parkir atau manual.

“Kita menyesalkan karena menurut kita ini sudah gagal. Setelah dilakukan evalusasi, ternyata hanya menghasilkan Rp6 miliar per tahun yang masuk ke PAD. ini tidak mencapai target.” kata Aan saat ditemui Radar Bandung (Pojoksatu.id Group) di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin (12/3).

Aan menjelaskan, pada saat perumusan pembuatan program mesin parkir elektronik tersebut, DPRD Kota Bandung bertujuan ingin meningkatkan PAD Kota Bandung dari hasil penggunaan mesin parkir elektronik yang disebar dibeberapa titik di wilayah Kota Bandung itu.

“Anggarannya Rp80 miliar dengan hasil PAD mengalami penurunan. Bandingkan dengan dulu yang hanya membutuhkan anggaran sekira Rp8 miliar saja dengan juru parkir, namun PAD kita lumayan tercapai,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, adanya evaluasi yang harus segera dilakukan pihak Pemkot khusunya Dishub Kota Bandung mengenai masalah tersebut. Proses pemanggilan pihak Dishub menurutnya akan segera diagendakan dalam waktu dekat membahas alasan dan juga akar permasalahan terkendalanya realisasi program tersebut hingga sekarang.

“Bayangkan, ini sudah hampir sembilan bulan sejak mesin itu diresmikan oleh Wali Kota Bandung pada Juli 2017 lalu,” ujarnya. Aan melihat kondisi jumlah kendaraan yang ada di Kota Bandung, baik roda dua maupun roda empat, seharusnya pendapatan PAD dari sektor parkir dapat bertambah.

loading...

Feeds