Mengejutkan! Dua Grup WhatsApp Ini Awali Penyebar Hoax Penyerangan Ulama

Ilustrasi hoax

Ilustrasi hoax

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Penyebar berita bohong aliax hoax penyerangan ulama di Jawa Barat tergabung dalam grup aplikasi pesan singkat WhatsApp. Yakni, grup Lavender dan Fisabilillah.

“Yang bersangkutan (pata tersangka) mendapatkannya di kelompok tertutup (WhatsApp). Lavender di Garut, Fisabililah di Bandung. Yang bersangkutan kemudian menyebarkan di FB atau Twitter,” jelas Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar di kantornya, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Adapun Sukandi dan Yadi Hidayat adalah penyebar hoax di Garut. Dari hasil pemeriksaan, Sukandi mendapatkan berita hoax dari Yadi di dalam grup WhatsApp tersebut.

Sedangkan di Bandung, tersangka utama atas nama Wawan Setia Permana. Dia mendapat postingan dari dalam grup Fisabilillah yang disebarkan oleh Wawan Kandar. Kemudian dia menyebarkannya ke akun Facebook miliknya.

Sementara Wawan Kandar mendapatkannya secara pribadi dari Tusniadi. “Tusniadi dapatnya dari inisial Y, masih dalam pengejaran anggota kami,” tegas Irwan, seperti dilansir Jawapos.com.

Baca juga: Pernah Sumbang Masjid Rp4 Juta, Warga Tak Menyangka Artis Rizal Djibran Konsumsi Narkoba

Dia menjelaskan bahwa motif dari para tersangka sekedar iseng. “Dan kehendak para tersangka ini denan alasan warga di sekitar Jabar, Garut, bisa lebih waspada,” jelasnya.

Sementara itu, Irwan mengatakan bahwa anggotanya masih mendalami perihal postingan di dalam grup WhatsApp tersebut. Namun yang pasti, yang bisa dipidanakan dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik adalah mereka yang memviralkannya di media sosial. Bukan di dalam grup itu sendiri.

“Kalau masalah WA itu sedang dilakukan pendalaman,” pungkasnya.

(*/mar/pojokjabar)


loading...

Feeds