Tarif Masuk Tol Baros Cimahi Naik

MELINTAS: Pengendara melintas di pintu Tol Baros 2 Jalan Baros Kota Cimahi.

MELINTAS: Pengendara melintas di pintu Tol Baros 2 Jalan Baros Kota Cimahi.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Tepat pukul 00.00 Wib, kamis (15/2/18), PT. Jasa Marga Cabang Purbaleunyi secara resmi akan menaikan tarif tol Purbaleunyi. Besaran kenaikan tarif tol sendiri akan berbeda-beda untuk setiap tujuannya, mulai dari Rp 500 sampai Rp 7000.

Penyesuaian tarif berdasarkan pada keputusan Menteri PUPR Nomor 96/KPTS/M/2018 yang diatur dalam Undang-Undang No. 38 tahun 2004 Pasal 48 ayat 3 tentang Jalan Tol.

Saat ini, tarif tol dari Gerbang Tol Baros ke Pasteur, dipatok Rp 2.500 untuk golongan I, yang sebelumnya seharga Rp 2000. Dari Padalarang menuju Pasteur menjadi Rp 3.500, Pasteur menuju Cileunyi menjadi Rp 9.500.

Humas PT. Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Dadan Saripudin, menjelaskan, penyesuaian tarif tol memang harus dilakukan setiap 2 tahun sekali untuk, menyesuaikan dengan laju inflasi daerah.

Tarif tol awal dihitung berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, dan
kelaikan investasi. Sedangkan perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.

“Secara aturan, itu ada di PP nomor 43 Tahun 2013 bahwa, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap 2 tahun oleh BPJT. Kalau dari informasi, inflasi dari Oktober 2015 sampai September 2017 di wilayah Bandung itu sampai sebesar 6,30 persen,” kaya Dadan saat ditemui di kantor Tol Baros 2, Kota Cimahi, Rabu (14/2/18).

Dalam menyesuaikan tarif tol ini, lanjut dia, pihaknya berupaya meningkatkan pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), diantaranya kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan dan penyelamatan, bantuan pelayanan serta, kebersihan lingkungan maupun kelaikan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Selain itu, untuk kenyamanan masyarakat, kata dia, pihaknya telah memperbaiki pelayanan bagi pengguna jalan tol seperti, menambah gardu di GT Buah Batu, memajukan GT Pasteur untuk mengurai kemacetan dan lainnya.

“Tentunya, penunjang kelancaran dan kenyamanan menggunakan tol jadi prioritas kami,” ujarnya.

Kendati demikian, Ia pun sudah memprediksi bahwa, dengan kenaikan tarif tol ini masyarakat akan bertanyatanya bahkan, tak sedikit masyarakat yang mengeluh.

“Itu pasti akan terjadi di masyarakat. kenapa sering sekali naik tapi tolnya gitu-gitu aja. Kalau diperhatikan, sudah banyak peningkatan pelayanan dan perbaikan yang kami lakukan. Yang terbaru, kami menggeser GT Tol Pasteur ke Cimahi,” tuturnya.

Meski keputusan kenaikan tarif tol berdasarkan keputusan Menteri PUPR Nomor 96/ KPTS/M/2018, namun, masyarakat terutama yang selalu melintas di tol baros menyayangkan minimnya sosialisasi yang dilakukan pihak PT. Jasa Marga Purbaleunyi.

“Harusnya ada pemberitahuan jauh-jauh hari. Jangan pas waktunya baru diberitahu,” ungkap seorang pengendara yang melintas di pintu Tol Baros 2, Dwi Aryanto (28). Pengendara lainnya Bambang A K (46), mengaku kaget dengan kembali naiknya tarif tol sebab, jika setiap hari lewat tol akan terasa beratnya meskipun, naiknya tidak besar.

“Mau naiknya hanya Rp 2000 atau Rp 500, tapi yang namanya setiap hari digunakan pasti kerasa. Kalau bisa, naik tarif dibarengi juga sama fasilitas pelayanannya,” tuturnya.

(RBD/gat/pojokjabar)


loading...

Feeds