Aksi Penjambretan di Kota Bandung Kian Marak

Pencurian (ilustrasi)./Foto:.net

Pencurian (ilustrasi)./Foto:.net

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Aksi penjambretan di Kota Bandung terus gentayangan dan semakin nekat beraksi. Korban terbaru kali ini adalah Wartawati Surat Kabar Harian Radar Bandung, Latifa Fitrianis.

Latifa menjadi korban penjambretan di Jalan Ibrahim Adjie (Kiaracondong), Kota Bandung. Tidak ada barang yang berhasil dibawa kabur jambret. Namun, tangan kananya mengalami luka memar karena menarik tas yang sudah dipegang si-jambret.

Peristiwa itu terjadi ketika Latifa pulang dari Kantor Radar Bandung di Jalan Ibraim Adjie pukul 00.15 WIB menuju rumahnya di kawasan Soekarno Hatta. Saat itu dia naik angkutan kota (angkot) 08 Jurusan Leuwi Panjang – Antapani.

Akan tetapi, ketika di sekitar Fly Over Jembatan Kiaracondong (sebelum traffic light pertigaan Pindad-Gatsu) tibatiba sang sopir menurunkan Latifa lantaran ingin memutar balik untuk pulang.

“Kondisi saat itu sepi,” ucap Latifa.

Melihat situasi di sekitar sepi, Latifa berinisiatif untuk berjalan ke pusat keramaian yakni Pasar Kiaracondong. Nahas, baru beberapa langkah tiba-tiba dua orang menggunakan sepeda motor RX King datang dan langsung mencoba merampas tas yang sedang dipegang tangan kanan Latifa. Aksi tarik menarikpun terjadi.

“Sambil tarik menarik saya teriak-teriak minta tolong,” ungkapnya.

Tak berselang lama, warga menghampir Latifa yang saat itu dalam keadaan terjatuh karena mempertahankan barangnya. Dan dua jambret itupun langsung kabur.

“Untung tas tidak keburu keambil,” tuturnya. Latifa menyebut, jambret yang dibonceng mengenakan jaket kulit warna hitam. Sedangkan pengemudi RX King mengenakan jaket hoodie.

“Saya tidak sempat melihat pelat nomor motor RX King karena kejadiannya sangat cepat,” terangnya.

Latifa yang saat itu mengalami shock ditenangkan oleh warga. Kemudian, salah seorang warga mengantarkan Latifa ke rumahnya di kawasan Soekarno Hatta. Kata Latifa, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian untuk memperketat dan menyebar personel di lokasilokasi yang sepi dan rawan penjambretan.

“Sepi dan rawan. Wajar jika banyak jambret,” tutup Latifa. Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu kawasan Kiaracondong sempat viral lantaran aksi serupa menimpa seorang pelajar perempuan yang berjalan sendirian di Jalan Wuluku, Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong.

Satu unit ponsel berhasil dijambret. Aksi penjambret itupun terekam CCTV. Dua orang pelaku dengan sepeda motor jenis matik berwarna merah.

(RBD/arh/pojokjabar)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds