Pembenahan Pasar Tradisional Cimindi Cimahi Mangkrak

SEPI: Pembangunan atap Pasar Tradisional Cimindi di Jalan Mahar Martanegara ditinggalkan pekerjanya. GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

SEPI: Pembangunan atap Pasar Tradisional Cimindi di Jalan Mahar Martanegara ditinggalkan pekerjanya. GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pembangunan atap di Pasar Tradisional Cimindi kembali terhenti. Dengan demikian, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk menciptakan kenyamanan bagi pembeli maupun pedagang hingga saat ini belum terealisasi.

Mangkraknya pembangunan tersebut, disebabkan oleh terbatasnya anggaran serta pihak ketiga yang tidak maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya.

Pada tahun 2016, proyek yang dikerjakan oleh PT Langit Jingga Abadi, hanya sanggup sampai 30 persen saja. Sehingga progres pembangunan pun terhenti. Saat utu anggaran yang sudah dikeluarkan yakni Rp 700 juta.

Pembangunan atap kemudian dilanjutkan pada akhir tahun 2017. Namun karena anggaranya yang terbatas, proyek tersebut kembali terhenti. Saat itu proyek dikejakan oleh CV. Nagamas, dengan anggaran yang sama yakni Rp 700 juta.

Untuk total angaran yang telah dikucurkan, Pemkot Cimahi menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. Kendati demikian, progres pembangunan belum juga rampung.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kopersi Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Muhamad Sutarno, mengatakan, saat ini pembangunan atap di Pasar Cimindi sudah mencapai 90 persen.

“Kami terkendala dengan anggaran dan pihak ketiga yang kurang kompeten,” kata Sutarno, kamis (11/1/18).

Untuk menciptakan kenyamanan dan melanjutkan pembangunan di pasar yang terletak di Jalan Mahar Martanegara itu, lanjut dia, pada triwulan awal akan ditambahkan atap sekaligus untuk penutup.

“Untuk penyelesaian dianggarkan sekitar Rp 180 juta,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya menilai kenyamanan di Pasar Cimindi kurang baik, oleh sebab itu, akan dilakukan pengembangan menuju pasar moderen yang representatif.

“Walaupun hanya pasar tradisional, tapi kenyamanan tetap harus diutamakan,” tuturnya.\


loading...

Feeds