Polda Jabar Gagalkan Peredaran Satu Ton Mi Formalin di Pasar Caringin Bandung

ESKPOS: Polda Jabar mengungkap peredaran mie berformalin seberat satu ton di Pasar Caringin, Kota Bandung.

ESKPOS: Polda Jabar mengungkap peredaran mie berformalin seberat satu ton di Pasar Caringin, Kota Bandung.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil menggagalkan peredaran mie berformalin seberat satu ton di Pasar Caringin, Kota Bandung.

“Mi berformalin ini diedarkan khusus di Pasar Caringin,” ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir H Juanda (Dago), Kota Bandung, Kamis (11/1/18).

Kasus tersebut terungkap saat personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar yang langsung memergoki adanya aktivitas mencurigakan di Pasar Caringin, Selasa (10/1/18).

Polisi menemukan mobil pick-up berisi barang mencurigakan yang ditutup terpal, karena cara mereka menyimpan mie sangat rapat dan tidak wajar.

“Setelah diperiksa, kendaraan tersebut memuat mie basah. Kita awalnya menduga mie itu mengandung formalin karena cara menyimpannya tertutup rapat, seolah disembunyikan,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, mie tersebut mengandung formalin. Mie diproduksi oleh tersangka berinisial MS (44) di kediamannya, Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jabar.

Polisi melakukan pengembangan hingga ke tempat pembuatan mie berformalin tersebut. Saat didatangi, polisi menemukan sejumlah alat pembuatan termasuk mi basah berformalin. “Totalnya ada satu ton mie mengandung formalin,” kata Agung.

Menurut Agung, MS sudah 10 bulan melakoni aksinya mencampur mie basah menggunakan cairan formalin. Dalam dua hari, MS dapat menghasilkan 700 kilogram mie berformalin. Mie itu kemudian diedarkan khususnya di Pasar Caringin.

Polisi akan melalukan pengembangan dari kasus ini termasuk wilayah edar mie formalin racikan MS. Sebab sampai saat ini, pengakuan MS mie itu baru diedarkan di Pasar Caringin.

“Dari temuan ini nanti kita akan cek lagi. Kita keliling ke pasar-pasar,” ucap Agung. Dari tangan MS, polisi menyita barang bukti berupa satu ton mie berformalin, enam karung terigu Aci, mesin penggiling, cetakan mi, pewarna makanan, minyak kacang, tawas, soda As dan lainnya.

Polisi menjerat MS dengan Pasal 136 huruf a dan b Undang- Undang RI No. 18 tahun 2012, tentang pangan. MS terancam pidana lima tahun dipenjarakan.

(RBD/dtk/peh/pojokjabar)


loading...

Feeds