PAD dari Sektor Pariwisata di Bandung Barat Masih Minim

Salah satu objek wisata Curug Malela yang berada di wilayah selatan KBB tepatnya di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga.

Salah satu objek wisata Curug Malela yang berada di wilayah selatan KBB tepatnya di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga.

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Meskipun belum memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan sektor pariwisata di Kabuapaten Bandung Barat (KBB) memiliki target ingi Go Internasional.

Kepala Disparbud KBB, Sri Dustirawati mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan program e – tourism dan gencar melakukan promosi dengan berbagai macam media agar diketahui bahwa di Lembang memiliki lokasi wisata yang menjadi sorotan dunia.

Dirinya mengklaim, potensi wisata di KBB memiliki prospek sangat baik. Bahkan, bisa menyamai seperti Bali. Sehingga, sangalah wajar bila Disparbud menargetkan Go Internasional.

Sri berpendapat, Meskipun tindak menyebutkan kunjungan wisatawan Mancanegara dari informasi yang diterima sejumlah wisata di KBB sudah banyak dikenal hingga mancanegara. Terbukti, banyak pengunjung dari Malaysia, Singapura dan Eropa yang datang KBB.

“Tinggal kita maksimalkan promosi ini agar pengunjung dari luar negeri bisa datang. Kalau sudah go Internasional, maka akan bertambah juga pada pendapatan asli daerah (PAD) kita,” katanya.

Selain itu, sebagai pendukung pihaknya akan bersinergi denagn komunitas ekonomi kreatif, himpunan pemandu wisata dan pihak lainnya agar ikut berperan mempromosikan wisata KBB di kancah Internasional. Sehingga, untuk mewujudkan ini harus kerjasama dari berbagai pihak.

Sri memaparkan, saat ini pemilik wisata di KBB terus mengembangkan objek wisatanya dengan berbagai kreativitas untuk menarik minat pengunjung seperti wisata Gunung Tangkubanparahu, Curug Malela, Gua Pawon yang memiliki keaslian alamnya.

“Kita itu punya objek wisata alam dan buatan. Sehingga pengunjung bisa memilih sesuai dengan keinginan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, untuk 2018 Disparbud menargetkan 3 juta orang kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke Kabupaten Bandung Barat.

“Ini bisa menambah pendapatan ke kas daerah. Itu untuk total kunjungan ke seluruh lokasi wisata baik milik pemerintah maupun swasta,” kata Cucu.

Untuk itu, emerintah daerah saat ini tengah fokus membidik pasar wisatawan mancanegara seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Pihaknya pun optimis, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara akan bertambah, mengingat di KBB banyak objek wisata.

“Kami mempersiapkan sejumlah terobosan agar tingkat kunjungan semakin banyak. Salah satunya, terobosan yang dilakukan melakukan MoU dengan lembaga seperti BUMN dan BUMD,” jelasnya.

(RBD/bbb/pojokjabar)


loading...

Feeds