Akibat Banjir Pelaku UMKM di Kabupaten Bandung Rugi Puluhan Miliar

MENEROBOS: Warga berusaha menerobos banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melumpuhkan Kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (17/11/17). RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

MENEROBOS: Warga berusaha menerobos banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melumpuhkan Kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (17/11/17). RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, SOREANG – Banjir Kabupaten Bandung menyebabkan kerugian bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM) hingga puluhan miliar. Banyak aktivitas UMKM masih digenangi banjir tak bisa beroperasi.

Ketua Bidang UMKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung, Yus Hermasyah mengatakan, banjir yang merendam beberapa daerah di Kabupaten Bandung ini menyebabkan lumpuhnya perekonomian rakyat atau UMKM.

Diperkirakan, kerugian dari banjir itu mencapai puluhan miliar rupiah. Perkiraan ini dilihat dari beberapa sektor real, seperti pasar tradisional yang lumpuh di Baleendah, Dayeuhkolot, Rancaekek dan beberapa pasar lainnya.

Selain itu, banyak juga industri rumahan yang tak beroperasi, bahkan mengalami kerugian akibat alat produksi dan bahan baku miliknya rusah terendam air.

“Seperti di pasar tradisional di Baleendah dan Dayeuhkolot para pedagang tak bisa jualan. Karena memang selain pasarnya terendam konsumen juga enggak ada yang datang, akhirnya dagangan mereka busuk.

Produsen UMKM seperti konveksi pakaian jadi dikawasan Cicalengka yang berbatasan Rancaekek, disana yang saya tahu saja ada sekitar 800 an usaha konveksi yang mesin jahit dan kain bahan bakunya rusak teremdam air,” kata Yus, Kamis (23/11/17).

Dampak tak beroperasinya kegiatan usaha masyarakat itu, lanjut Yus, tak hanya merugikan para pemilik usahanya saja. Melainkan juga berdampak kepada para pekerja serta pihak lain yang saling berkaitan dengan suatu jenis usaha, seperti suplayer bahan baku, pemasaran, transportasi dan lainnya.


loading...

Feeds