Pembangunan Jembatan Bonceret di Bandung Barat Masih Tarik Ulur

MELINTASI: Pengendara motor melintasi jembatan di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

MELINTASI: Pengendara motor melintasi jembatan di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Rencana Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mengucurkan APBD Murni 2018 sebesar Rp.2,2 miliar untuk pembangunan Jembatan Bonceret Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin yang kini rusak diterjang air Bah dinilai kurang tepat.

Anggota Komisi III DPRD KBB Teddy Heryadi mengatakan, anggaran senilai itu diperuntukkan bagi jembatan dengan dua ruas jalan. Padahal jika melihat kebutuhan jembatan itu tak butuh diperlebar.

Dalam Detail Engineering Design ( DED) atau gambar detail rencana perbaikan Jembatan Boceret dibangun dua jalur yang bisa dilintasi oleh dua kendaraan mobil.

“Sebaiknya satu jalur saja karena kendaraan mobil yang melintas di sana tidak terlalu banyak, yang jelas sudah dianggarkan dalam APBD murni 2018,” sebutnya,Senin (20/11/17).

Menurutnya, alangkah lebih baik jika anggaran dibagi juga dengan kebutuhan lain seperti aksebilitas jalan menuju jembatan tersebut. Hingga saat ini kondisinya memprihatinkan.

“Saat ini masih menggunakan jembatan darurat hanya bisa dilalui satu kendaraan saja, dan kondisi jalannya pun sangat jelek, ya sekalian saja diperbaiki,” tuturnya.

Jembatan Boceret yang memiliki panjang kurang lebih 50 meter menghubungkan Desa Rancapanggung dan Desa Mukapayung, merupakan salah satu jembatan alternatif bergeraknya perekonomian warga sekitar. Tanpa jembatan itu, warga harus memutar arah yang cukup jauh.


loading...

Feeds

Suspect Difteri

5 Warga Bekasi Suspect Difteri

Penderita Difteri di Kota Bekasi bertambah. 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah sakit …