Bawaslu Jabar Gandeng Kejati dan Polda Cegah Pelanggaran di Pilgub Jabar 2018

Pilgub Jabar.

Pilgub Jabar.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mulai bekerja menyasar pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun depan. Mereka menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar agar lebih maksimal.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto dalam Launching Tim Sentra Gakkumdu Jabar di Hotel Bidakara Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (14/11/2017).

“Berbagai indikasi pelanggaran akan dicermati untuk mencegah terjadinya segala bentuk pelanggaran demi terlaksananya Pilgub Jabar yang berkualitas. Kami mulai dari pencegahan, penanganan, hingga penindakan dalam sebuah wadah yang dinamakan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Jabar,” kata Harminus.

Pengawasan perlu dilakukan dalam setiap tahapan Pilgub Jabar. Dia mencontohkan, pelanggaran yang kerap terjadi dalam tahapan Pilgub Jabar, yakni penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

Biasanya, pelanggaran dalam penetapan DPT mencakup nama calon pemilih tidak tercantum dan muncul pemilih fiktif atau ganda. Pelanggaran tersebut bisa dikategorikan menghalanghalangi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya dan memenuhi unsur pidana pemilu yang dapat diproses melalui Sentra Gakkumdu.

Masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran Pilgub Jabar dapat melaporkannya kepada Sentra Gakkumdu. Meski pmemiliki waktu lima hari untuk memverifikasi pelanggaran sebelum akhirnya disimpulkan, setiap laporan maupun temuan tersebut akan diproses melalui gelar perkara dalam waktu 1×24 jam sejak laporan tersebut diterima.


loading...

Feeds