Masyarakat Galang Dana Demi Bangun Jembatan Bonceret di Bandung Barat

MELINTASI: Pengendara motor melintasi jembatan di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

MELINTASI: Pengendara motor melintasi jembatan di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Lembaga Swadaya Masyarakat Trapawana Jawa Barat bersama warga Kampung Bonceret RT 6 RW 10  Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat melakukan penggalangan dana melalui media sosial. Penggalangan dilakukan untuk membangun Jembatan Bonceret yang rusak diterjang luapan sungai Ciminyak dua tahun lalu.

Jembatan dengan panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi dari permukaan air sungai 6 meter ini terbelah dan tak nyaris ambruk lantaran tanah pondasi tergerus luapan sungai pada Rabu (20/4). Meski sebagian badan jembatan masih berdiri, namun warga tak boleh menggunakannya khawatir ambruk saat dilalui.

Jembatan berstatus jalan desa tersebut sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda empat namun akibat terjangan banjir, posisi jembatan menjadi miring. Bahkan, besi penopang diujung jembatan bergeser dan nyaris ambruk ke dasar sungai.

“Warga telah berupaya melakukan perbaikan darurat dengan material seadanya seperti Bambu, karena besi penyangga dimulut sungai hanya tinggal 4 centimeter saja menopangnya, jadi kemungkinan ambruk sangat rentan,” ungkap Ketua Trapawana Jabar, David Riksa Buana belum lama ini.

Menurut David yang juga rampung membangun Jembatan penghubung Rongga-Gununghalu melalui penggalangan dana ini, jembatan Bonceret itu juga menjadi penghubung utama bagi warga di sejumlah kampung yang hendak menuju ke jalan Raya Cililin.

“Jembatan ini rusak kurang lebih 2 tahun yang lalu, Jembatan ini akan kami perbaiki melalui sumber dana sumbangan masyarakat Indonesia,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, dirinya bersama masyarakat sekitar sedang menginventarisir kebutuhan material seperti bronjong kawat, batu belah, pasir dan semen. Sebagai bentuk gotong royong masyarakat juga akan mengumpulkan material batu dan pasir dari sungai.

“Pemanfaatan bahan baku setempat akan kita kedepankan merangsang gotong royong masyarakat, penggalangan akan dilakukan melalui media sosial agar sumber dana tak hanya dari Bandung Barat saja,” jelasnya.

David menjelaskan, permasalahan kondisi rusaknya jembatan di Bandung Barat memang cukup menarik, dari data yang dimilikinya hampir seluruh jembatan besar yang ada adalah peninggalan kabupaten bandung.

“Bahkan ada yang peninggalan belanda, Artinya sejak Bandung Barat berdiri tidak ada pembangunan Jembatan bahkan perbaikan saja tak terjadi,” paparnya.

Tak hanya Jembatan Bonceret, David menambahkan jembatan lain seperti jembatan Cisokan yang terletak di perbatasan Bandung Barat dengan Cianjur, tepatnya di Desa Cilangari Gununghalu mesti segera diganti lantaran terasa bergoyang saat dilalui kendaraan beban berat.

“Selain itu juga Jembatan Tonjong di desa Gununghalu yang menghubungkan Bandung Barat dan Ciwidey juga dalam kondisi rusak berat akibat terjangan banjir Sungai Cidadap setahun lalu,” tandasnya.

(bie)


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …