Heran dengan Respon Sopir Angkot Soal Sosialisasinya, Begini Kata Ridwan Kamil

Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pro kontra sosialisasi hasil konsultasi dengan Dirjen Perhubungan Darat tentang Taksi Online di media sosial, Walikota Bandung Ridwan Kamil anggap tindakannya tidak salah. Bahkan ia mengaku, kota/kabupaten lain tidak terjadi ketegangan terkait keberadaan transportasi online dan angkutan konvensional.

“Apa yang salah dengan postingan saya. Saya hanya menyosialisasikan, bahwa taksi online masih bisa beroperasi. Itu merupakan hasil konsultasi dengan pusat, artinya peraturan itu berlaku nasional di semua daerah,” ujar lelaki yang akrab disapa Emil ini, kepada wartawan Jumat (20/10/2017).

Emil mengatakan, dirinya menyosialisasikan hal tersebut di sosial media, agar masyarakat tahu, bahwa yang terjadi sekarang terkait transportasi online dan konvensional, keputusannya ada di pusat.

Karenanya, Ridwan Kamil menyertakan kalimat ‘hasil konsultasi dengan Dirjen Perhubungan Darat’. “Jadi tidak betul kalau saya membuat keputusan sendiri,” katanya.

Bagi Ridwan Kamil pro-kontra seperti ini merupakan hal yang dilematis. Ketika dia tidak memposting, ada anggapan dirinya lebih memihak kepada taksi konvensional dan tidak memperdulikan kebutuhan warga Kota Bandung tentang transportasi online.

Namun ketika ada sosialisasi ini, dirinya dianggap lebih memihak taksi online dan berlaku tidak adil terhadap sopir angkot konvensional.

Postingan ini, menimbulkan amarah di pihak sopir angkot konvensional, bahkan ada ancaman tidak akan membayar retribusi hingga perlakukan kasar terhadap sopir angkutan online, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil.


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …