Bandung Akan Semakin Cantik dengan Tertatanya Kabel-kabel Jaringan Fixed

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sarana internet sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar penduduk dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dengan penggunaan yang terus meningkat baik untuk sosial, hiburan, kepemerintahan, hingga bisnis. Koneksi berkapasitas besar yang makin handal melalui jaringan pita lebar menjadi semakin dibutuhkan.

Kominfo, dalam waktu dekat ini Kota Bandung akan semakin cantik dengan tertatanya kabel-kabel jaringan fixed broadband di jalanan. Demikian hal itu disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail menyambut baik peluncuran Program Bandung Tanpa Kabel, dihadapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang mewakili Walikota Bandung beserta jajarannya, Senin (18/09) di Aula YPK, Kantor Dinas Pendidikan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

Melalui Rencana Pitalebar Indonesia, pemerintah menjalankan visinya untuk mengakselerasi transformasi Indonesia menjadi negara maju melalui pengembangan dan pemanfaatan pitalebar. Dengan cara ini, pemberdayaan masyarakat akan berjalan meski pembangunan infrastruktur yang dilakukan pihak penyelenggara jasa dan layanan hanya berpusat pada kota-kota besar saja.

Demikian hal itu disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail saat peluncuran Program Bandung Tanpa Kabel, Senin (18/09) di Aula YPK, Kantor Dinas Pendidikan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

“Untuk mencapai visi tersebut, pembangunan jaringan pitalebar dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2010-2014 pemerintah melakukan penguatan konektivitas, dilanjutkan dengan pengembangan inovasi yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Tahap selanjutnya adalah transformasi yang sejalan dengan RPJMN 2020-2025, yakni dengan meningkatkan aksesibilitas sampai daerah pedesaan dan mendorong penggunaan TIK di seluruh Indonesia,” Papar Ismail.

Tahap transformasi diwujudkan Kementerian Kominfo melalui program Palapa Ring, peningkatan penggelaran fiber ethernet dan FTTH (Fiber to The Home), Kebijakan Kewajiban Pelayanan Umum dan penataan spektrum frekuensi. Ke depannya, Kementerian Kominfo akan mendorong penggunaan atau pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi bersama. Ini artinya, dua atau lebih penyelenggara telekomunikasi dapat memberikan layanannya melalui penggunaan bersama infratruktur pasif sehingga lebih efisien.

“Skema penggunaan bersama infrastruktur pasif memungkinkan penyedia layanan berbagi semua hal yang terkait infrastruktur, seperti hak kepemilikan atau hak untuk menggunakan lokasi. Dengan skema ini, penyelenggara dapat menghemat sekitar 40-60 persen biaya CAPEX/OPEX; alhasil, mereka dapat fokus pada perluasan jangakauan layanan serta memperkuat kegiatan penjualan dan pemasarannya. Tak mengherankan jika skema ini merupakan skema yang terbanyak diterapkan di dunia,” terang Ismail panjang lebar. (Adw)



loading...

Feeds