Kedua Pemadam Kebakaran Kota Bandung yang Gugur Merupakan “Pahlawan”

Jenazah Imam Taufik (33) dilepas pukul 08.00 untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Margaluyu Cimahi tengah.

Jenazah Imam Taufik (33) dilepas pukul 08.00 untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Margaluyu Cimahi tengah.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Bandung kembali kehilangan salah satu anggota terbaiknya. Imam Taufik (33) akhirnya meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RS Hasan Sadikin Bandung.

Sementara itu, jenazah dilepas oleh Wakil Walikota Bandung Oded. M Danial, pukul 08.00 untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Margaluyu Cimahi tengah.

“Hari ini, setelah Hari Senin lalu kita kehilangan personel, sekarang kita kembali kehilangan,” ujar Oded yang ditemui wartawan setelah pelepasan jenazah.

Oded mengatakan, keduanya merupakan pahlawan baik bagi masyarakat dan bagi keluarga. Karena meninggal dalam tugas.

“Insyaallah keduanya meninggal dalam keadaan sahid,” tambahnya.

Karenanya, Atas nama pribadi dan kedinasan, Oded menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Semoga dilapangkan dan diterangkan alam kuburnya. Semoga Alloh memberikan tempat terbaik di sisinya,” tegasnya.

Untuk bantuan keuangan, kata Oded, pihaknya akan membicarakan kemungkinannya dengan Wali Kota Bandung. Karena berdasarkan nomenklatur tidak ada pos untuk bantuan seperti ini.

“Namun, kita akan mencoba meminta bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas),” terangnya.

Bicara tentang kesejahteraan petugas, Oded mengatakan, sebenarnya di masa kepemimpinannya sudah meningkatkan kesejahteraan. Misalnya dengan peningkatan tunjangan.

“Kami membedakan besaran tunjangan petugas yang ada di lapangan, dengan yang mengurus administrasi. Yang ada di lapangan otomatis lebih besar,” paparnya.

Ibu Korban, Iis Kurniati, mengaku ikhlas dengan kepergian korban. Karena Iis merasa kasihan jika korban tetap hidup, namun harus menanggung penderitaan.

“Ikhlas, hawatos (saya ikhlas, karena kasian),” kata Iis yang sudah tidak sanggup berkata-kata lagi.

Korban meninggalkan seorang istri Elin, dan seorang anak Sila Anggraeni Putri(9). Kini, cita-citanya untuk segera menjadi PNS di DiskanPB, hilang sudah.

(mur)


loading...

Feeds