Siasati Gagal Panen, Distan Kabupaten Bandung Sarankan Petani Ikut Asuransi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Menyiasati gagal panen saat musim kemarau, Dinas Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung mengimbau kepada seluruh petani untuk mengikuti program asuransi pertanian. Dengan Rp 60 ribu petani per satu musim tanam, petani bisa mendapatkan fasilitas pertanian tersebut.

‎Upaya yang dilakukan oleh Distan ni berdasarkan realita, kekeringan yang terjadi di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Tercatat menurut data yang berhasil dihimpun, 1880 hektare lahan pertanian jenis padi di wilayah Kabupaten terancam gagal Panen.

Kepala Distan Tisna Umaran mengatakan musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Bandung merupakan kemarau basah, kemarau basah adalah yang disertakan curah hujan namun dengan intensitas rendah dan berbeda dengan musim hujan yang memiliki curah hujan cukup tinggi bahkan ekstrem.

“Tiga tahun terakhir ini musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Bandung adalah kemarau basah. Kemarau basah yang diringi dengan hujan intensitas rendah,” kata Tisna saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Soreang, kemarin (15/9).

Tisna mengungkapkan untuk mengantisipasi permasalahan gagal panen yang selalu terjadi di setiap musim kemarau. Untuk itu pihaknya. Menawarkan program asuransi pertanian dengan biaya premi Rp 60 ribu per hektare , nantinya para petani akan mendapat pergantian sebesar Rp 6 juta.

“Petani dikenakan biaya premi Rp 60 ribu dalam satu kali masa musim tanam,” kata Tisna.

Pihaknya pun menyebutkan jika sebagian petani di Kabupaten Bandung telah mengikuti program pertanian yang di selenggarakn Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) dan Kementrian Pertanian. Tisna pun mengatakan sudah ada pula beberapa petani yang mendapatkan uang pergantian.


loading...

Feeds