Full Day School Masih Jadi Polemik di Kalangan Warga Cimahi

Ilustrasi Full Day School

Ilustrasi Full Day School

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Kebijakan full day school yang diterapkan oleh pemerintah pusat menuai polemik di kalangan masyarakat termasuk di Kota Cimahi.

Konsep sekolah ‘full day school’ dianggap akan membatasi waktu bermain anak, kebersamaan dengan orangtua, dan membuat mereka jenuh dengan kegiatan sekolah yang menumpuk.

Bagi anak yang bersekolah di sekolah yang telah menerapkan konsep full day school, mereka akan memulai hari lebih pagi yaitu sejak pukul 07.00, dan mengakhiri lebih lama, hingga pukul 16.00.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, kebijakan full day school yang dikeluarkan pemerintah pusat tentunya memiliki tujuan tersendiri, dan pastinya positif.

Berkaitan dengan full day school tentu pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tersebut dalam upaya bagaimana proses belajar di sekolah bisa optimal.

“Kegiatan ini akan berdampak kepada peningkatan mutu dan itu dapat kami pahami,” katanya.

Dikdik mengakui mayoritas sekolah dasar dan menengah, terutama sekolah negeri yang ada di Kota Cimahi belum siap menerapkan konsep full day school.

Kendati demikian, di Cimahi sudah ada 14 sekolah swasta yang telah menerapkan konsep full day school diantaranya, SD Kreatif Harapan Bangsa, SD Juara, SD Budi Luhur, SD Makedonia, SD Hikmah Teladan, SD Al Kautsar, SD Uswatun Hasanah, SD Bina Persada, SD BPK Penabur, SD Plus Nurul Aulia, SD Tridaya, SDIT Cipta Cendikia Indonesia, SDIT Nur Al Rahman, dan SD Semesta Hati.


loading...

Feeds

[14:51, 12/12/2017] Dhoni Pojoksatu. id: BNN Musnakan Ladang Ghat  di Bogor

BNN Musnakan Ladang Ghat yang “Ngumpet” di Bogor

POJOKJABAR.com, Bogor– Keberadaan ladang ghat tanaman yang mengandung zat cathinone kembali dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia. Direktorat Narkotika Deputi Peberantasan pada …