Hadirnya Alsintan, Buruh Tani di Kabupaten Bandung Khawatir Tersisihkan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Hadirnya teknologi pertanian berupa alat mesin pertanian (alsintan) di tengah masyarakat memberikan banyak dampak. Dari sisi positif diantaranya yaitu mempercepat proses penanaman, tetapi dibalik itu semua tersimpan seribu kekhawatiran mengenai nasib buruh tani yang mulai tergantikan oleh alat bernama alsintan.

‎Kementrian Pertanian (Kementan) saat ini sudah menggulirkan beberapa bantuan pertanian yaitu dalam bentuk pupuk, penih dan alat mesin pertania. Pemerintah melakukan hal tersebut untuk mengendalikan harga pangan supaya tidak melambung tinggi serta mencegah musim paceklik.

Salah seorang buruh tani Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Ahyat (52) mengatakan jika dirinya risau dengan kehadiran alat mesin pertanian tersebut. Pasalnya dengan adanya ala‎t itu dikhawatirkan peran buruh tani lambat laun tergantikan.

“Panen yang biasanya menggunakan alat manual seperti arit akan digantikan dengan mesin,” kata Ahyat saat ditemui di areal persawahan Desa Sumbersari, Jumat (11/8/2017).

Ahyat men‎gatakan adanya alat tersebut dikhawatirkan memangkas jumlah buruh saat masa panen tiba. Hal itu dikarenakan dalam satu lahan hektar yang biasanya dilakukan prosesi pemanenan oleh belasan buruh tani, otomatis dengan adanya alat itu dipastikan mendominasi proses panen tersebut.



loading...

Feeds

SINERGI: (kiri kekanan) Kajari Depok Sufari, Letkol Inf R. Moch. Iskandarmanto, Walikota Depok, Muhammad Idris, Letkol Inf. Slamet Supriyanto, Kapolresta Depok Kombespol Herry Heriawan, Kepala PN Depok Budi S, saat acara lepas sambut Dandim 0508/DPK. Ist

Forkopimda Kota Depok Harus Kompak

POJOKJABAR.com, DEPOK – Setelah melakukan pisah sambut di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0508/DPK, Jumát (13/10/17). Prosesi pergantian Komandan Kodim …