Bejat… Lelaki Paruh Baya di Bandung Ini Belasan Tahun Setubuhi Anak Kandungnya

: Satreskrim Polres Bandung saat ekspos aksi cabul ayah kandung, 
Kahya kepada anak kandungnya, Kamis (3/8/2017)

: Satreskrim Polres Bandung saat ekspos aksi cabul ayah kandung, Kahya kepada anak kandungnya, Kamis (3/8/2017)

 

‎POJOKJABAR.com, BANDUNG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resor (Polres) Bandung berhasil menangkap tersangka persetubuhan terhadap anak kandung yang berujung pada kehamilan.Aparat Kepolisian menyebutkan kejadian tersebut sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu.

Tersangka dalam kasus perkara persetubuhan anak kandung oleh ayah kandung ini dilakukan oleh Kahya (54)‎ pria paruh baya warga Kampung Sukaati, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Diketahui jika persetubuhan tersebut berlangsung sejak 2006 lalu.

‎Tepat 26 Juli 2017 lalu, Polisi berhasil menerima laporan dari Ibu kandung CC (31) korban persetubuhan yang mengaku jika anaknya tersebut di‎ telah dihamili oleh Ayah kandung. Hal tersebut karena ibu kandung mendapat laporan dari CC korban persetubuhan.

KBO Reskrim Polres Bandung, Iptu Tri Wahyu Widodo menyebutkan jika ayah kandung korban telah menyetubuhi korban sejak berusia 20 tahun. Berdasarkan laporan jika saat ini korban telah mengandung jabang bayi yang berusia 7 bulan.

“Terjadi pada hari Kamis 20 Juli 2017 lalu, persetubuhan tersebut dilakukan dikediaman tersangka‎,” kata Tri saat ditemui di ruangan Satreskrim Polres Bandung, jalan Bhayangkara, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (3/8).

Sebagai bukti kejahatan persetubhan, Polisi berhasil mengamankan 1 buah kaus lengan berwarna merah hati, 1 buah kemeja panjang kuning, 2 celana dalam dan 1 celana panjang berwarna hijau. Polisi menyebutkan jika barang bukti tersebut merupakan milik korban.

Tri membeberkan jika kasus persetubuhan yang sudah terjadi sejak 2006 lalu ini telah melahirkan anak yang saat ini diduga telah berusia 11 hasil dari hubungan gelap antara korban dan tersangka.

“Saat ini korban telah memiliki anak berusia 11 tahun‎, diduga dari praktik persetubuhan terlarang,” ujarnya.

Lebih mengejutkannya, kejadian yang sudah berlangsung selama belasan tahun dan berulang kali ini tidak pernah ada perlawanan dari korban. Hal itu diduga jika korban mengalami keterbelakangan mental, sehingga korban menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa.

“‎Perbuatan pertama dilakukan 11 tahun lalu, kami sempat kesulitan mendapatkan keterangan dari korban. Tetapi dengan cara pendekatan yang berbeda kami berhasil mendapat keterangan korban mengenai tindakan senonoh yang dilakukan oleh ayahnya,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut‎ tersangka dijerat pasal 289 KUHP tentang ancaman kekerasan seseorang untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul dan diancam karena melakukan perbuatan menyerang kehormatan kesusilaan. Dengan pidana paling lama 9 tahun kurungan penjara.

Sementara tersangka Kahya menyebutkan jika perbuatannya tersebut tidak berlatar belakang apapun dan tanpa unsur paksaan. Ia pun menyebutkan gejolak menyetubuhi anak kandungnya tersebut hadir dengan sendirinya terus secara berulang.

“Saya tidak ingat awalnya seperti apa,” kata Kahya.

Disinggung mengenai tempat dimana ia melakukan tindakan asusila kepada anaknya, Kahya menyebutkan persetubuhan tersebut dilakukan dirumah ketika sang istri tengah sibuk bekerja diluar.

“Dilakukan dirumah siang dan malam,” tandasnya.

(kim)‎


loading...

Feeds