Penggunaan Narkoba Makin Diburu, Polrestabes Bandung Ajak Masyarakat Waspada

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Prevelensi pengguna narkoba di Kota Bandung berada pada angka 1,49 persen yang berusia 17 tahun ke atas. Itu diartikan kepada penduduk Kota Bandung sekitar 25 ribu lebih. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Kota Bandung Yeni Siti Saodah, Senin (17/7/2017).

“Tentunya masalah ini melakukan langkah P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dengan cara cara seperti Rehabilitasi. Dalam hal ini kita lakukan advokasi kepada steakholder untuk membuat suatu kebijakan di lingkungan masing-masing. Termasuk juga melakukan penyuluhan di tingkat sekolah, melakukan seminar, dan dukungan organisasi masyarakat atau LPM,” jelasnya.

Yeni menambahkan, jejaring kerja dengan departemen agama pun cukup memberikan pengaruh, karena unsur tersebut mempunyai perwakilan di kecamatan, sehingga pencegahan narkotika bisa dilakukan.

“Tentunya kita memberikan pelayanan rehabilitasi dan ada juga pasca rehabilitasi. Mereka yang memang sudah melakukan pelayanan rehabilitasi kita kumpulkan supaya tidak balik lagi. Kita lakukan pemberdayaan alternatif, kepada mantan pencandu supaya bisa berdaya guna kembali sepeti pelatihan usaha usaha dan pemetaan jaringan,” tuturnya.

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo Tejo menyampaikan, angka yang sudah terdata dalam kasus peredaran narkoba di Kota Bandung dari tahun ke tahun meningkat. Pada tahun 2015 itu 243 kasus, tahun 2016 ada 267 kasus dan di tahun 2017 sampai bulan Juni terdapat 150 kasus .

“Ini kenaikan cukup tinggi, kita harap bisa rendah. Semua steakholder harus bekerja sama dengan pemerintahan, BNN maupun Polri dan lingkungan masyarakat dengan pembinaan yang baik,” tuturnya.

Dirinya berpesan, jika terdapat lingkungan yang aneh silahkan menghubungi kepada Polsek setempat.

“Kita memberikan penyuluhan penyuluhan agar narkotika tidak masuk di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Haryo berharap, tahun ini untuk remaja, jauhi narkoba. Karana barang tersebut tidak ada gunanya dan tidak ada untungnya. Barang haram yang bisa mempengaruhi psikis.

“Jika ada masalah maka konsultasi kepada orang terdekat, di sekolah konsultasi kepada guru, di rumah konsultasi ke orangtuanya. Intinya, komunikasi yang baik maka kita akan jauh dari narkotika,” pungkasnya.

(mur)


loading...

Feeds