Pemprov Jabar Tak Ingin Raport Sungai Citarum Buruk

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jabar terus menggenjot agar raport lingkungan hidup Jawa Barat terus membaik kualitasnya. Terutama dari sisi pengelolaan manajemen Sungai Citarum. Program Citarum Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari) menjadi fokus atau unggulan pengelolaan lingkungan hidup Pemprov Jawa Barat.

“Status mutu sungai utama dan waduk besar dengan tingkat cemar sedang naik dari sebelumnya menjadi 56,12 persen. Penyumbang persentase buruknya kebanyakan Sungai Citarum,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Senin (17/7/2017).

Sedangkan program Citarum yang telah digulirkan sejak 2014 melibatkan seluruh pemangku kepentingan bahkan masyarakat atau disebut ecovillage (kader masyarakat berbudaya lingkungan).

Manajemen pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat tidak lepas dari tiga hal, yaitu program struktural, nonstruktural, respon kultural. Program struktural dilakukan melalui normalisasi sungai, yaitu dengan melebarkan aliran sungai dan pengerukan dasar sungai.

Sementara program nonstruktural melalui penghijauan kawasan hulu sungai. Konservasi kawasan hutan diyakini akan memperkecil kemungkinan banjir. Konservasi ini dilakukan tidak hanya dengan tanaman tegak saja, namun juga tanaman-tanaman produktif seperti kopi yang bisa juga berdampak pada ekonomi masyarakat.

Sementara program kultural, kata dia, diharapkan bisa membangun kebiasaan baru masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan.

“Dalam konteks Citarum Bestari dilakukan gerakan Lima Tidak, yakni Tidak Menebang Pohon di hulu hingga ke hilirnya, Tidak Membuang Limbah Ternak, Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga, Tidak Membuang Limbah Industri dan Tidak Membuang Sampah ke Sungai,” sebutnya.

(bbb)


loading...

Feeds