Pemudik Waspadai Jalur Tengkorak di Jawa Barat

salah satu pusat perhatian arus mudik adalah jalur Nagreg. Nagreg juga merupakan salah satu jalur tengkorak di Jawa Barat. Di jalur tersebut, antrean panjang selalu terjadi setiap tahun.

salah satu pusat perhatian arus mudik adalah jalur Nagreg. Nagreg juga merupakan salah satu jalur tengkorak di Jawa Barat. Di jalur tersebut, antrean panjang selalu terjadi setiap tahun.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – H-4 menjelang Lebaran segala kesiapan menghadapi arus mudik sudah mulai berjalan, beberapa posko kesehatan, pos informasi juga tempat istirahat bagi pemudik sudah mulai dipasang di beberapa titik. Jawa Barat memang sering dijadikan lintasan mudik bahkan menjadi tujuan pulang kampung itu sendiri, tak pelak kemacetan menjelang Lebaran kerap menjadi cerita tersendiri.

Beberapa jalur mudik di Jawa Barat menjadi titik rawan dan kerap menjadi fokus aparat keamanan untuk mengamankan jalur mudik itu sendiri. Polda Jawa Barat mencatat ada beberapa titik jalur tengkorak atau rawan kecelakaan di jalur mudik di wilayah Jabar yang akan dilalui pemudik.

“Di jalur mudik di wilayah Jabar, mulai dari jalur Pantura, Tengah ataupun Selatan terdapat beberapa jalur tengkorak atau rawan kecelakaan yang menjadi perhatian pihak kemanan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi belum lama ini.

Di jalur Pantura, titik jalur rawan kecelakaan tersebar di Bungursari di Purwakarta, Patok Beusi di Subang, Kandang Haur, Lohbener dan Losarang di Indramayu, Susukan, Simpang Gotrok – Arjawinangun, dan Beber di Kabupaten Cirebon serta Simpang Suroto Kunto, Simpang Cikalong di Karawang, dan Jalan Raya Pilang dan Losari Mundu di Kota Cirebon.

“Sedangkan untuk jalur selatan diantaranya Jembatan Cibereum, Pasir Tulang, Tapal Kuda, dan Tungturunan di Cianjur, Jalan Raya Cipatat dan Cikalong Wetan di Kabupaten Bandung Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Cibiru di Kota Bandung, Nagreg di Kabupaten Bandung, Malangbong dan Kadungora di Garut, Salawu, Cikalong, dan Cipatujah di Kabupaten Tasik, Gentong di Tasikmalaya Kota, dan Cijeunjing di Ciamis,” jelasnya.

Ia juga memaparkan di Jalur tengah, lokasi rawan kecelakaan terdapat di Cadas Pangeran, Cijelag, dan Tanjung Sari di Sumedang, Kadipaten di Majalengka, serta Bandorasa Wetan dan Jalan Siliwangi di Kuningan. Selain di ketiga jalur tersebut, jalur rawan kecelakaan pun terdapat di jalur Tol yaitu di Cipularang Cipali.

“Untuk di jalur tol yang rawan terjadi kecelakaan diantaranya, di daerah Cikampek tepaynya KM 49 -59, di daerah Cipali KM 83 – 90, KM 100 – 110, KM 130 – 140, KM 165 – 178, KM 183 – 184, serta Tol Palikanci KM 202 – 203 Palikanci, dan KM 230 – 232,” terangnya.

Selain itu ia juga menghimbau bagi para pengemudi agar lebih berhati-hati ketika akan melakukan perjalanan mudik. Tidak hanya itu ia juga mengatakan bahwa aparat keamanan sudah mempersiapkan hal tersebut. Beberapa personil serta pos pengamanan sudah disiagakan di beberapa titik rawan tersebut.

“Sebaiknya sebelum pergi mengecek terlebih dahulu kendaraan yang akan digunakan perjalanan mudik. Mulai dari sistem pengereman, penerangan dan lainnya. Tidak hanya itu, jikalau pengendara lelah dalam perjalanan agar tidak memaksakan untuk mengendarakan kendaraan. Sebaiknya istirahat terlebih dahulu. Agar selamat sampai tujuan,” tutup dia.

(elg)

 



loading...

Feeds

KEMANDIRIAN: Perempuan nelayan mengikuti pelatihan pendampingan APWI Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan usaha mandiri. FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

APWI Kabupaten Sukabumi Gandeng Perbankan

Keseriusan Asosiasi Pendamping Wiraswasta Indonesia (APWI) Kabupaten Sukabumi dalam menciptakan pengusaha mulai tampak. Salah satunya saat ini APWI melakukan pendampingan …
BPJS Kesehatan

Hipertensi Paling Banyak Sedot Anggaran BPJS

Meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan …